Kesabaran SBY terhadap PKS sudah habis
Jum'at, 14 Juni 2013 - 11:02 WIB
Kesabaran SBY terhadap PKS sudah habis
A
A
A
Sindonews.com - Sekretaris Partai Amanat Nasional (PAN), Teguh Juwarno menilai jika kesabaran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terhadap sikap Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di koalisi sudah habis.
"Kalau melihat sinyal-sinyal yang Presiden SBY tunjukkan, kesabaran itu sudah habis," jelas Teguh saat dihubungi wartawan, Jumat (14/6/2013).
Dengan begitu, kata dia, tidak perlu didorong agar Presiden SBY menarik menteri dari PKS. Karena, dengan tidak sejalan dengan keinginan pemerintah maka partai besutan Anis Matta ini sudah mengetahui konsekuensi yang kemungkinan mereka dapatkan.
"Kalau kesabaran sudah habis kan tidak perlu didorong-dorong. Soal penggantian menteri kan konsekwensi logis dari koalisi. Tidak akan terjadi gejolak kalau presiden tegas," cetusnya.
Ia juga meyakini jika hal itu lah yang ditunggu PKS dari sikap mereka terhadap kebijakan pemerintah.
"Ya mereka akan ngotot agar ditendang, biar kesan didzolimi nya lebih dramatis. Bukan tidak berani, tapi tidak akan," tuntasnya.
Sebelumnya, secara bulat PKS menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang kini tengah digodok pemerintah, keputusan ini merupakan hasil rapat Dewan Pimpinan Tingkat Pusat (DPTP).
"Memutuskan bahwa sikap partai adalah menolak kenaikan BBM bersubsidi dan sikap ini adalah sikap karenanya final, karena telah diputuskan lembaga tertinggi di partai," kata Ketua DPP PKS, Hidayat Nur Wahid dalam konferensi pers nya di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, kemarin.
"Kalau melihat sinyal-sinyal yang Presiden SBY tunjukkan, kesabaran itu sudah habis," jelas Teguh saat dihubungi wartawan, Jumat (14/6/2013).
Dengan begitu, kata dia, tidak perlu didorong agar Presiden SBY menarik menteri dari PKS. Karena, dengan tidak sejalan dengan keinginan pemerintah maka partai besutan Anis Matta ini sudah mengetahui konsekuensi yang kemungkinan mereka dapatkan.
"Kalau kesabaran sudah habis kan tidak perlu didorong-dorong. Soal penggantian menteri kan konsekwensi logis dari koalisi. Tidak akan terjadi gejolak kalau presiden tegas," cetusnya.
Ia juga meyakini jika hal itu lah yang ditunggu PKS dari sikap mereka terhadap kebijakan pemerintah.
"Ya mereka akan ngotot agar ditendang, biar kesan didzolimi nya lebih dramatis. Bukan tidak berani, tapi tidak akan," tuntasnya.
Sebelumnya, secara bulat PKS menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang kini tengah digodok pemerintah, keputusan ini merupakan hasil rapat Dewan Pimpinan Tingkat Pusat (DPTP).
"Memutuskan bahwa sikap partai adalah menolak kenaikan BBM bersubsidi dan sikap ini adalah sikap karenanya final, karena telah diputuskan lembaga tertinggi di partai," kata Ketua DPP PKS, Hidayat Nur Wahid dalam konferensi pers nya di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, kemarin.
(lns)