PKS dan SBY diminta tiru Real Madrid vs Mourinho
Jum'at, 14 Juni 2013 - 10:07 WIB
PKS dan SBY diminta tiru Real Madrid vs Mourinho
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Drajad Wibowo mengimbau agar petinggi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bisa bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai pemimpin koalisi untuk menyelesaikan masalah yang saat ini sedang hadapi.
"Sebaiknya memang SBY dan ketua Majelis Syuro PKS ketemu lalu sepakat berpisah. Seperti antara Madrid dengan Mourinho, di mana dalam kontraknya disebut pihak yang mengambil first move untuk mengakhiri kontrak akan mengalami kerugian," kata Drajad saat dihubungi wartawan, Jumat (14/6/2013).
Menurutnya, permasalahan yang menimpa PKS dan Presiden SBY sama dengan yang dialami Real Madrid saat berseteru bersama mantan pelatih Jose Mourinho, namun kedua kubu bisa duduk bersama untuk mengakhiri kerjasama di antara mereka.
"Kasus SBY versus PKS juga sama, cuma kerugiannya bersifat politis. Solusi Madrid dan Mourinho, keduanya duduk bersama dan sepakat berpisah. Saya rasa solusi seperti ini bisa dipakai," cetusnya.
Sebelumnya, secara bulat PKS menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang kini tengah digodok pemerintah, keputusan ini merupakan hasil rapat Dewan Pimpinan Tingkat Pusat (DPTP).
"Memutuskan bahwa sikap partai adalah menolak kenaikan BBM bersubsidi dan sikap ini adalah sikap karenanya final, karena telah diputuskan lembaga tertinggi di partai," kata Ketua DPP PKS, Hidayat Nur Wahid dalam konferensi pers nya di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, kemarin.
"Sebaiknya memang SBY dan ketua Majelis Syuro PKS ketemu lalu sepakat berpisah. Seperti antara Madrid dengan Mourinho, di mana dalam kontraknya disebut pihak yang mengambil first move untuk mengakhiri kontrak akan mengalami kerugian," kata Drajad saat dihubungi wartawan, Jumat (14/6/2013).
Menurutnya, permasalahan yang menimpa PKS dan Presiden SBY sama dengan yang dialami Real Madrid saat berseteru bersama mantan pelatih Jose Mourinho, namun kedua kubu bisa duduk bersama untuk mengakhiri kerjasama di antara mereka.
"Kasus SBY versus PKS juga sama, cuma kerugiannya bersifat politis. Solusi Madrid dan Mourinho, keduanya duduk bersama dan sepakat berpisah. Saya rasa solusi seperti ini bisa dipakai," cetusnya.
Sebelumnya, secara bulat PKS menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang kini tengah digodok pemerintah, keputusan ini merupakan hasil rapat Dewan Pimpinan Tingkat Pusat (DPTP).
"Memutuskan bahwa sikap partai adalah menolak kenaikan BBM bersubsidi dan sikap ini adalah sikap karenanya final, karena telah diputuskan lembaga tertinggi di partai," kata Ketua DPP PKS, Hidayat Nur Wahid dalam konferensi pers nya di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, kemarin.
(lns)