Pengamat: Iuran kader harus jelas

Senin, 03 Juni 2013 - 08:45 WIB
Pengamat: Iuran kader...
Pengamat: Iuran kader harus jelas
A A A
Sindonews.com - Senior Researcher di Founding Fathers House (FFH) Dian Permata tidak mempersoalnkan adanya iuran atau infak kader partai politik (parpol). Kendati demikian, harus ada kejelasannya tentang iuran itu.

"Sepakat. Asalkan dijelaskan {asbabun nuzulnya} itu uang atau sumber uang tersebut. Dan pengelolaanya juga harus transparan," kata Dian yang juga jebolan University Sains Malaysia (USM) kepada Sindonews, Senin (3/6/2013).

Selain itu, kata Dian, parpol seyogianya melaporkan keuangannya itu secara berkala kepada kader agar lebih transparan kepada masyarakat.

"Partai juga harus secara berkala melaporkan pengelolaan uang tersebut kepada kader dan secara terbuka," ujarnya.

Dia menilai, hal tersebut tidak akan membebani kader partai. Pasalnya, itu merupakan hal yang biasa di era demokrasi seperti ini. "Dalam perkembangan demokrasi itu menjadi wajar. Parpol harus mandiri dalam pendanaan," tuturnya.

Sekadar diketahui, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggunakan iuran yang harus dibayar oleh kadernya kalau tidak bayak maka partai itu akan mengenakan sanksi. Tidak hanya PKS, Partai Demokrat juga mengandalkan iuran dari kadernya untuk menjalankan roda partai.
(mhd)
Berita Terkait
Partai Masyumi Resmi...
Partai Masyumi Resmi Kembali Dideklarasikan Dalam HUT ke-73
Suharso Monoarfa Terpilih...
Suharso Monoarfa Terpilih Jadi Ketua Umum PPP Secara Aklamasi
Partai Perindo Tegaskan...
Partai Perindo Tegaskan Politik sebagai Pengabdian, Bukan Perebutan Kekuasaan
Rakernas Perdana di...
Rakernas Perdana di Surabaya, Partai Mahasiswa Indonesia Berkomitmen Tingkatkan Partisipasi Politik Anak Muda
Jadi Caleg Butuh Uang...
Jadi Caleg Butuh Uang Banyak, Prabu Revolusi: Banyak Persepsi yang Salah soal Calon Legislatif
Aiman Witjaksono dan...
Aiman Witjaksono dan Prabu Revolusi Blak-Blakan soal Alasan Terjun ke Politik
Berita Terkini
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Imigrasi Nonaktifkan...
Imigrasi Nonaktifkan Pejabat yang Diperiksa KPK, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Dua Truk Towing Masuk...
Dua Truk Towing Masuk Rumah Silmy Karim saat KPK Lakukan Penggeledahan
Infografis
Rusia Harus Siap Bentrokan...
Rusia Harus Siap Bentrokan Langsung dengan NATO 10 Tahun Lagi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved