M Nuh sebut Kurikulum 2013 tak bermasalah

Kamis, 30 Mei 2013 - 11:18 WIB
M Nuh sebut Kurikulum...
M Nuh sebut Kurikulum 2013 tak bermasalah
A A A
Sindonews.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), M Nuh mengungkapkan, tidak ada masalah dalam Kurikulum 2013, setelah beberapa fraksi di Komisi X DPR RI menyetujui adanya perubahan.

"Jadi, DPR itu dalam mengambil keputusan bisa musyawarah mufakat, bisa vote. Karena itu saat pandangan mini fraksi, fraksi diberi kesemptan beri pandangan. Pengambilan keputusan itu sah. Urusan kurikulum tidak ada masalah meski ada yang keberatan," kata M Nuh di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (30/5/2013).

Dia pun kembali menjelaskan, dalam kurikulum 2013, pemerintah menguatkan tiga bidang untuk siswa, yakni pengetahuan, keterampilan dan sikap. "Yang jelas di kurikulum baru dari beberapa perspektif, kita penguatan bidang pengetahuan, keterampilan dan sikap. Dari sikap ini agama dan budi pekerti," terangnya.

Sebelumnya, Ombudsman Republik Indonesia mengusulkan kepada pemerintah melalui Kemendikbud, untuk mengevaluasi dan mempertimbangkan kembali rencana penerapan Kurikulum 2013. Ombudsman menilai persiapan pelaksanaan kurikulum 2013 masih minim.

"Persiapannya jelas minim, mengingat waktu yang tersedia tinggal empat bulan lagi," ujar Ombudsman Bidang Penyelesaian Laporan, Budi Santoso, dalam keterangan pers yang diterima Sindonews, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, banyak guru yang berada di lapangan mengindikasikan ketidaksiapan dan kebingungan mereka dalam menerapkan kurikulum anyar tersebut.Bahkan, kata dia, kebingungan tersebut berujung pada penolakan sejumlah organisasi guru antara lain Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Federasi Guru Independen Indonesia (FGII) dan Koalisi Pendidikan serta pelbagai organisasi guru di sejumlah daerah.

Lebih lanjut, Ombudsman yang juga mengampu substansi di Bidang Pendidikan ini, mengatakan, sosialisasi pelaksanaan Kurikulum 2013 yang terbatas pada struktur kurikulum mengenai jumlah pelajaran dan jam pelajaran tentu masih jauh dari komprehensif untuk sebuah penerapan kurikulum yang baru. Karena penjabarannya, tutur Budi, belum detail sampai pada tahap implementasi teknisnya.

“Oleh karenanya, meskipun pelatihan guru khusus untuk kurikulum belum dimulai, tetapi mengingat guru yang harus dilatih sangat besar jumlahnya sementara waktu yang tersedia sangat terbatas,” tuturnya.
(maf)
Berita Terkait
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Meningkatkan Literasi...
Meningkatkan Literasi di Dunia Pendidikan
Tingkatkan Mutu Perguruan...
Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi, DPD Perkindo DKI Jakarta Gandeng 3 Universitas
ACC Wujudkan Harapan...
ACC Wujudkan Harapan Baru untuk Pendidikan di Pelosok Negeri
Berita Terkini
Gugatan Paulus Tannos...
Gugatan Paulus Tannos di Singapura Ditolak, KPK: Percepat Proses Ekstradisi ke Indonesia
Tumbuhkan Asa Jurnalis...
Tumbuhkan Asa Jurnalis Muda di Era Disruspi Digital, IJTI Gelar Konferensi Jurnalis Kampus se-Indonesia
Kemenag Catat 2 Juta...
Kemenag Catat 2 Juta Hewan Kurban Senilai Rp18,28 Triliun Dipotong saat Iduladha
KPK Kembali Geledah...
KPK Kembali Geledah Rumah Silmy di Jalan Brawijaya Jaksel
LPSK Siap Berikan Perlindungan...
LPSK Siap Berikan Perlindungan bagi Justice Collaborator Kasus BGN dan Imipas
Ditangkap Kejagung,...
Ditangkap Kejagung, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Masih Syok
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved