SBY didesak perhatikan korban lumpur Lapindo

Selasa, 28 Mei 2013 - 15:12 WIB
SBY didesak perhatikan...
SBY didesak perhatikan korban lumpur Lapindo
A A A
Sindonews.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) didesak untuk berani memerintahkan Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS), segera menyelesaikan pembayaran jual-beli kepada warga korban lumpur Lapindo.

Desakan tersebut dilontarkan Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), Forum Korban Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (FK-BPLS), dan Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI) dalam aksi unjuk rasa di depan Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (28/5/2013).

"Mendesak Presiden SBY untuk memerintahkan BPLS untuk segera menyelesaikan pembayaran jual-beli kepada warga yang belum dibayarkan sama sekali," ujar juru bicara Forum Korban BPLS Thoyib Bahri, dalam keterangan pers yang diterima Sindonews, Selasa (28/5/2013).

Selain itu mereka juga mendesak agar korupsi dalam pembayaran jual-beli tanah dan bangunan di tiga desa terdampak sesuai Perpres 48 tahun 2008 diusut tuntas. Tiga desa tersebut yakni Desa Besuki, Kedung Cangring, Pejarakan, Kecamatan Pejabon. Disana ada 1600 Kepala Keluarga.

Seperti diketahui, hampir tujuh tahun sudah tragedi lumpur Sidoarjo terjadi sejak 29 Mei 2005 silam, menenggelamkan ruang hidup masyarakat di Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur.

Namun dalam perkembangannya saat ini, ganti rugi kepada rakyat belum juga dituntaskan. Bahkan BPLS telah menjadikan bisnis kemanusiaan yang penuh dengan korupsi.

Thoyib Bahri mengatakan, pihaknya telah melaporkan korupsi yang dilakukan BPLS kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin 27 April 2013.

“Awal ketidak adilan ini dimulai katika kami dipaksa untuk memberikan fee kepada oknum BPLS jika tanah kami ingin dibayar. Namun, permintaan fee tersebut terlalu besar (di atas 30 %), sehingga kami menolak. Penolakan tersebut berujung tanah kami ditetapkan oleh BPLS sebagai tanah sawah (tanah kami sebenarnya tanah darat)” tutur Thoyib.

Sementara itu, Sekretaris jenderal Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA)
Iwan Nurdin mengatakan bahwa laporan yang berasal dari temuan warga akibat tindakan BPLS yang selama ini terindikasi luas korupsi, wajib ditindaklanjuti oleh KPK.

"Ini adalah sebuah tragedi kemanusiaan, kelalaian serta bencana yang merugikan rakyat, namun BPLS telah menjadikannya ajang korupsi yang menyengsarakan rakyat," pungkasnya.
(lal)
Berita Terkait
Semburan Lumpur Mirip...
Semburan Lumpur Mirip Lapindo Gemparkan Warga Demak
Pantang Menyerah, Sri...
Pantang Menyerah, Sri Mulyani Terus Tagih Utang Lapindo
15 Tahun Lumpur Lapindo,...
15 Tahun Lumpur Lapindo, 234 Berkas Ganti Rugi Senilai Rp100 Miliar Tak Kunjung Tuntas
Semburan Lumpur Mirip...
Semburan Lumpur Mirip Lapindo di Perbatasan NTT-Timor Leste Viral di Medsos, Warga Panik
Utang Lapindo Terus...
Utang Lapindo Terus Menggunung, Pemerintah Didesak untuk Menagihnya
Pantang Menyerah, Kemenkeu...
Pantang Menyerah, Kemenkeu Kejar Terus Utang Lapindo
Berita Terkini
UU PFII Bukti Pemerintah...
UU PFII Bukti Pemerintah Serius Bangun Fondasi Ekonomi Jangka Panjang
BGN Perkenalkan Deputi-Sestama...
BGN Perkenalkan Deputi-Sestama Baru, Ada Mantan Kapuspenkum Kejagung
Dugaan Penyamaran Aset...
Dugaan Penyamaran Aset Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Disorot
Jadi Investor Fiktif,...
Jadi Investor Fiktif, 10 WNA Ditangkap Imigrasi
Penguatan Kualitas Lulusan...
Penguatan Kualitas Lulusan Terus Digencarkan SGU
Cerita Megawati Pergoki...
Cerita Megawati Pergoki Intelijen: Hidup Saya Ini Diinteli Terus
Infografis
Ngonten di Depan Rumah...
Ngonten di Depan Rumah Korban Kebakaran LA, Uya Kuya Bakal Diperiksa MKD
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved