Wanbin Demokrat tak tahu jumlah loyalis Anas yang disingkirkan
Jum'at, 26 April 2013 - 11:08 WIB
Wanbin Demokrat tak tahu jumlah loyalis Anas yang disingkirkan
A
A
A
Sindonews.com - Anggota Dewan Pembina (Wanbin) Partai Demokrat Melani Leimena Suharli mengaku tak mengetahui jumlah loyalis mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum yang disingkirkan dari daftar calon sementara (DCS) calon legislatif Demokrat.
"Saya eggak tahu, banyak yang singkirkan," kata Melani di Kompleks Parlemen, Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (26/4/2013).
Dari ribuan bakal calon anggota legislatif (bacaleg) yang mendaftar, kata dia, DPP Demokrat hanya menyaring menjadi 700 orang, kemudian disetor ke Majelis Tinggi. Dari penyaringan itu mengerucutkan kembali menjadi 560 orang.
Wakil Ketua MPR ini mengatakan, Majelis Tinggi menerima masukan dari Ketua DPD PD seluruh Indonesia, pasalnya loyalitas dan keaktifan di partai juga menjadi pertimbangan.
"Pak SBY memanggil DPD-DPD, ditanya, aktif eggak? Tapi orang yang mencalonkan dapil sama selama lima tahun ini aktif atau tidak, ini menjadi kriteria sendiri," kata dia.
Melani yang maju kembali dari dapil DKI Jakarta III ini membantah SBY menyikirkan loyalis Anas berdasarkan suka tidak suka. "Yang saya tahu tidak ada," pungkasnya.
Sekadar diketahui, Sekretaris Departemen Agama Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Demokrat Ma'mun Murod Al-Barbasy dipecat dari kepengurusan Partai Demokrat. Selain itu, pria yang dikenal dekat dengan mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum itu dicoret dari daftar bacaleg.
""Alasannya pembersihan loyalis Anas. Eggak ada satupun alasan yang rasional untuk pemecatan saya sebagai pengurus dan pencoretan saya kecuali karena saya dianggap loyalis Anas," ujar Ma'mun dalam perbincangannya dengan wartawan, Kamis 25 April 2013 kemarin.
Selain Ma'mun, ada Ketua Komisi III DPR yang juga Ketua DPP Partai Demokrat I Gede Pasek Suardika yang juga dekat dengan Anas disingkirkan dari lingkaran Demokrat yang dipimpin Susilo bambang Yudhoyono (SBY).
"Saya eggak tahu, banyak yang singkirkan," kata Melani di Kompleks Parlemen, Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (26/4/2013).
Dari ribuan bakal calon anggota legislatif (bacaleg) yang mendaftar, kata dia, DPP Demokrat hanya menyaring menjadi 700 orang, kemudian disetor ke Majelis Tinggi. Dari penyaringan itu mengerucutkan kembali menjadi 560 orang.
Wakil Ketua MPR ini mengatakan, Majelis Tinggi menerima masukan dari Ketua DPD PD seluruh Indonesia, pasalnya loyalitas dan keaktifan di partai juga menjadi pertimbangan.
"Pak SBY memanggil DPD-DPD, ditanya, aktif eggak? Tapi orang yang mencalonkan dapil sama selama lima tahun ini aktif atau tidak, ini menjadi kriteria sendiri," kata dia.
Melani yang maju kembali dari dapil DKI Jakarta III ini membantah SBY menyikirkan loyalis Anas berdasarkan suka tidak suka. "Yang saya tahu tidak ada," pungkasnya.
Sekadar diketahui, Sekretaris Departemen Agama Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Demokrat Ma'mun Murod Al-Barbasy dipecat dari kepengurusan Partai Demokrat. Selain itu, pria yang dikenal dekat dengan mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum itu dicoret dari daftar bacaleg.
""Alasannya pembersihan loyalis Anas. Eggak ada satupun alasan yang rasional untuk pemecatan saya sebagai pengurus dan pencoretan saya kecuali karena saya dianggap loyalis Anas," ujar Ma'mun dalam perbincangannya dengan wartawan, Kamis 25 April 2013 kemarin.
Selain Ma'mun, ada Ketua Komisi III DPR yang juga Ketua DPP Partai Demokrat I Gede Pasek Suardika yang juga dekat dengan Anas disingkirkan dari lingkaran Demokrat yang dipimpin Susilo bambang Yudhoyono (SBY).
(mhd)