Jumlahnya menurun, sekolah menolak dana BOS

Jum'at, 05 April 2013 - 16:48 WIB
Jumlahnya menurun, sekolah...
Jumlahnya menurun, sekolah menolak dana BOS
A A A
Sindonews.com - Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) triwulan kedua untuk tingkat SD atau SMP se-DIY sudah cair pada 1 April lalu. Namun jumlah bantuan yang dicairkan sekolah turun kali ini lebih sedikit dibandingkan triwulan pertama.

Hal itu terjadi karena dua sekolah swasta menolak pemberian bantuan dana dari pemerintah tersebut. Satu SMP berasal dari kabupaten Sleman, dan satu SMP lainnya dari Bantul.

"Kalau dana BOS triwulan pertama dicairkan sebesar Rp64.992.110, maka pada triwulan kedua ini turun menjadi Rp64.938.202.500," ungkap Ketua Manajemen BOS DIY, Singgih Raharjo SH MEd kepada wartawan di kantor Balai Teknologi Komunikasi Pendidikan (tekkomndik) DIY, di Yogyakarta, Jumat (5/4/2013).

Menurut Singgih, SMP di Sleman sudah menolak BOS sejak 2009 lalu. Sedangkan SMP di Bantul selain menolak pemberian dana BOS triwulan kedua juga mengembalikan dana BOS triwulan pertama.

Kedua sekolah swasta itu beralasan tidak memerlukan dana tersebut untuk biaya operasional sekolah. Mereka bisa mencukupi kebutuhan biaya pendidikan dari yayasan dan siswa.

"Sekolah swasta memang tidak diwajibkan untuk menerima dana BOS, berbeda dari sekolah negeri. Namun tetap ada koridor yang harus ditaati sekolah swasta meski tak menerima dana tersebut," tandasnya.

Singgih menyebutkan, sekolah swasta yang tak menerima dana BOS tetap harus memberikan kesempatan bagi siswa tidak mampu secara ekonomi untuk mengakses pendidikan. Siswa miskin juga dilarang ditarik pungutan sekolah.

Pungutan yang ditarik dari siswa pun harus berdasarkan rapat dewan guru dan komite sekolah. Dinas Pendidikan di kabupaten/kota beserta pemda setempat juga harus mengawasi dan mengendalikan pungutan dari sekolah swasta. "Pungutan di sekolah yang tak menerima BOS harus dalam batas kewajaran dan diawasi dinas pendidikan," ujarnya.

Singgih menambahkan, meski ada sekolah yang menolak dana BOS, pihaknya tetap mencairkan dana tersebut ke sekolah tepat waktu. DIY juga masih menjadi daerah yang pertama kali mencairkan dana tersebut ke rekening sekolah. "Kalau memang dananya sudah siap lebih baik memang secepatnya disalurkan," ungkapnya.
(maf)
Berita Terkait
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Meningkatkan Literasi...
Meningkatkan Literasi di Dunia Pendidikan
Tingkatkan Mutu Perguruan...
Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi, DPD Perkindo DKI Jakarta Gandeng 3 Universitas
ACC Wujudkan Harapan...
ACC Wujudkan Harapan Baru untuk Pendidikan di Pelosok Negeri
Berita Terkini
Kronologi Wamen Imipas...
Kronologi Wamen Imipas Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK
Presiden Prabowo Bakal...
Presiden Prabowo Bakal Terima Surat Kepercayaan 17 Dubes Negara Sahabat Pekan Ini
Hari Ini Noel Divonis...
Hari Ini Noel Divonis terkait Kasus Dugaan Pemerasan Sertifikasi K3
Geledah Rumah Silmy...
Geledah Rumah Silmy Karim, KPK Segel Mobil Mewah
Penyidik KPK Datangi...
Penyidik KPK Datangi Rumah Silmy Karim di Jalan Brawijaya Jaksel
Relawan Jokowi Sebut...
Relawan Jokowi Sebut Tudingan Roy Suryo Cs Soal Ijazah Jokowi Menguras Energi
Infografis
Daftar 103 Sekolah Swasta...
Daftar 103 Sekolah Swasta Gratis di Jakarta 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved