Buku panduan kurikulum 2013 dikritik

Kamis, 04 April 2013 - 15:48 WIB
Buku panduan kurikulum...
Buku panduan kurikulum 2013 dikritik
A A A
Sindonews.com - Dinilai tidak sesuai dengan konsep kurikulum 2013, DIY mengkritisi isi buku panduan yang rencana akan dipergunakan pada tahun ajaran baru mendatang.

Mendekati waktu realisasi kurikulum 2013, buku panduan yang sedianya diperuntukan bagi guru dan siswa, masih dalam tahap penyempurnaan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikpora) DIY Baskara Aji menyampaikan, hal ini disebabkan pada beberapa waktu lalu, buku awal mendapat sejumlah masukan.

”Termasuk DIY, bersama perwakilan Kepala Sekolah di DIY memberikan beberapa kritik. Salah satunya mengenai duplikasi atau pengulangan materi,” terang Aji saat ditemui di ruang kerjanya, di Yogyakarta, Kamis (4/4/2013).

Ciri kurikulum 2013 ialah menghilangkan duplikasi. Jangan sampai suatu pokok bahasan diulang pada mata pelajaran (mapel) lain. Adapun dalam evaluasi yang dilakukan DIY diketahui ada beberapa materi yang diduplikasi.

"Sebagai contoh, materi pertama kelas 4 memiliki kesamaan tema dengan materi keempat. Agar tidak terjadi pengurangan, materi tersebut hanya akan diberikan pada substansi yang paling kuat, sedang substansi pada materi lain akan diganti," ucapnya.

Saat ini diakuinya, buku tersebut belum naik cetak, tetapi masih dalam proses memasukan draf panduan. Diperkirakan sebelum tahun ajaran baru dimulai, sekitar Mei-Juni 2013, buku selesai digarap.

Meski terkesan tergesa-gesa, Aji menyatakan, sampai saat ini tidak ada persoalan berarti mengenai pengadaan buku. Sebelum hari pertama kelas 1 dan 4 masuk sekolah, buku tersebut akan diberikan pada siswa.

”Tapi jika memang terlambat. Kami punya rencana candangan. Misalnya mengalokasikan dana BOSDA untuk menggandakan buku sendiri,” terang dia.

Keputusan ini dapat dilakukan lantaran buku-buku tersebut tidak memiliki royalti. Kepemilikan langsung dipegang pemerintah, sehingga penggandaan oleh pemerintah daerah (pemda) dimungkinkan.

"Dengan adanya buku panduan kurikulum 2013, siswa kelas 1 dan 4 kedepan tidak perlu membawa banyak buku. Cukup satu buku untuk dua minggu," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Meningkatkan Literasi...
Meningkatkan Literasi di Dunia Pendidikan
OREO Berbagi Seru Hadirkan...
OREO Berbagi Seru Hadirkan Pembelajaran Berbasis Bermain untuk Siswa Purworejo
Tingkatkan Mutu Perguruan...
Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi, DPD Perkindo DKI Jakarta Gandeng 3 Universitas
Berita Terkini
Prabowo dan Gibran Hadiri...
Prabowo dan Gibran Hadiri Puncak Harlah ke-28 PKB di JCC
Menimbang Bioetanol...
Menimbang Bioetanol Berbasis Tetes Tebu
Ketua Umum Partai Perindo...
Ketua Umum Partai Perindo Angela Tanoesoedibjo Hadiri Harlah ke-28 PKB di JCC Malam Ini
Kemhan Bakal Datangkan...
Kemhan Bakal Datangkan Helikopter AW149 dan 12 Pesawat Tempur dari Italia
Korban Kekerasan Seksual...
Korban Kekerasan Seksual dan TPPO Bakal Dapat Penanganan Lebih Cepat
Prabowo Pimpin Ratas...
Prabowo Pimpin Ratas soal Kopdes Merah Putih, Gibran Duduk di Sebelah Kirinya
Infografis
Panduan Ibadah Salat...
Panduan Ibadah Salat Tarawih dan Witir beserta Tata Caranya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved