DPR bantah disebut penghambat agenda pendidikan

Senin, 01 April 2013 - 18:48 WIB
DPR bantah disebut penghambat...
DPR bantah disebut penghambat agenda pendidikan
A A A
Sindonews.com - Anggota Komisi X DPR Ferdiansyah membantah, jika permasalahan politik di DPR dinilai sebagai penghambat agenda pendidikan, melainkan permasalahan teknis.

Menurutnya, wajar jika pemerintah berhati-hati untuk menurunkan anggaran karena harus mengecek kembali anggaran dengan data pembanding. Dia menjelaskan untuk BOS, pemerintah harus membandingkan lagi jumlah anggaran dengan jumlah siswa yang menerima karena data ini fluktuatif.

Politikus Partai Golkar ini melanjutkan, sementara hal teknis diurus pemerintah maka DPR akan mendebat soal apakah anggaran ini tidak dimarkup untuk kepentingan lain. Dia menjelaskan, seperti halnya anggaran kurikulum yang sampai saat ini belum disetujui. Karena, ada dua usulan anggaran yang berbeda jumlah.

Awalnya pemerintah meminta Rp684 miliar lalu naik menjadi Rp2,4 triliun. "Kami pun harus memastikan agar anggaran ini tidak dibawa ke KPK, karena ada pelanggaran," katanya kepada wartawan di Jakarta, Senin (1/4/2013).

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten Hudaya Latuconsina mengatakan, Proses anggaran yang lama di DPR dinilai sebagai salah satu sebab terganggunya agenda pendidikan di daerah. Gara-gara proses tersebut, tunjangan guru menjadi terlambat. Semestinya tunjangan itu dibayar pertiga bulan kini jadi empat bulan atau lebih.

"Akan tetapi dampaknya tidak terlalu besar karena yang menerima masih Rp110.000 per anak," kata Hudaya saat dihubungi.

Sekadar diketahui, Kemendikbud mulai mencairkan tunjangan guru pada 9-16 April ini. Padahal jika melihat jadwal tunjangan guru dibayar per tiga bulan yakni Maret sudah harus dibayar.

Mendikbud menyatakan, anggaran untuk tunjangan dan BOS telat karena dibintangi oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Kemenkeu akhirnya melansir sejumlah kementerian dan lembaga yang belum menyerahkan persetujuan dari DPR terkait Daftar Isian Pelaksana Anggaran (DIPA) 2013.

Proses politik di DPR tersebut, otomatis menyebabkan sebagian besar anggaran pendidikan dibintangi atau diblokir pencairannya. Bahkan untuk anggaran pendidikan, besar dana yang dibintangi mencapai 84,9 persen.

Untuk diketahui, total alokasi anggaran Kemendikbud dalam DIPA TA 2013 sebesar Rp73,1 triliun. Sebanyak Rp62,1 triliun diantaranya sempat diblokir. Sedangkan Rp11 triliun sisanya tidak dibintangi karena merupakan anggaran untuk pembayaran gaji dan kebutuhan operasional perkantoran yang harus dibayarkan awal tahun.
(mhd)
Berita Terkait
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Meningkatkan Literasi...
Meningkatkan Literasi di Dunia Pendidikan
Tingkatkan Mutu Perguruan...
Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi, DPD Perkindo DKI Jakarta Gandeng 3 Universitas
ACC Wujudkan Harapan...
ACC Wujudkan Harapan Baru untuk Pendidikan di Pelosok Negeri
Berita Terkini
Vesak Festival 2026,...
Vesak Festival 2026, Stafsus Menag Doakan Presiden Prabowo Diberi Kekuatan Memimpin Bangsa
Relawan Sebut Prabowo...
Relawan Sebut Prabowo Sedang Memimpin Perang Besar Melawan Mafia Ekonomi dan SDA
Ajakan Tobat Ekologis...
Ajakan Tobat Ekologis Menteri Jumhur Sangat Tepat dan Relevan
KPK Sebut Penerimaan...
KPK Sebut Penerimaan Murid Baru Masih Dibayangi Pungli
Ditetapkan Tersangka...
Ditetapkan Tersangka oleh KPK, Bupati Cilacap Syamsul Ajukan Praperadilan
Langkah Berani Kejagung...
Langkah Berani Kejagung Sentuh Korupsi MBG Jadi Sinyal Kuat Penegakan Hukum Tanpa Impunitas
Infografis
Adu Pendidikan Gatot...
Adu Pendidikan Gatot Nurmantyo vs Mahfud MD, Calon Menko Polkam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved