SBY direncanakan pimpin panel tingkat tinggi PBB

Sabtu, 25 Mei 2013 - 11:57 WIB
SBY direncanakan pimpin...
SBY direncanakan pimpin panel tingkat tinggi PBB
A A A
Sindonews.com - Usai dari Swedia, Presiden beserta delegasi direncanakan bertolak menuju New York, AS. Kunjungan ini dalam rangka menghadiri pertemuan ke-5 Panel Tingkat Tinggi PBB Mengenai Agenda Pembangunan Pasca 2015 di Markas Besar PBB.

Pertemuan tersebut merupakan pertemuan terakhir panel setelah empat pertemuan sebelumnya, masing-masing di New York, (September 2012), London (November 2012), Monrovia (Februari 2013), dan Bali (Maret 2013). Presiden SBY akan memimpin langsung pertemuan ke-5 panel.

Dalam pertemuan ini, SBY akan menyampaikan laporan akhir panel serta pengesahan laporan tersebut. Selanjutnya, SBY atas nama ketua bersama dan anggota panel akan menyerahkan laporan tersebut kepada Sekjen PBB Ban Ki-moon.

Di New York, Presiden juga akan menghadiri sidang Majelis Umum PBB untuk memaparkan laporan akhir panel tersebut kepada Presiden Majelis Umum PBB dan para anggota PBB.

"Pertemuan terakhir Panel di New York yang akan dipimpin oleh Presiden SBY menjadi kulminasi dari proses panjang penyusunan laporan panel terkait visi agenda pembangunan pasca 2015," ujar Staf Khusus Presiden Bidang Hubungan Internasional, Teuku Faizasyah melalui rilis yang dikeluarkan, Jumat (24/5/2013) malam.

Penyampaian laporan tersebut kepada Sekjen PBB menandai berakhirnya tugas dan mandat Panel Tingkat Tinggi yang ditunjuk Sekjen PBB.

"Sebagaimana halnya MDGs, agenda pembangunan pasca 2015 yang digariskan dalam Laporan Panel tersebut diharapkan dapat menjadi rujukan negara-negara bangsa dalam menetapkan prioritas pembangunannya untuk jangka waktu 15-20 ke depan setelah tahun 2015," kata Faizasyah.

Bertepatan dengan keberadaan Presiden di New York, organisasi nirlaba Appeal of Conscience Foundation (AoCF) akan memberikan penghargaan World Statesman Award.

"Penghargaan diberikan atas berbagai capaian dalam memajukan masyarakat yang demokratis, ikut menciptakan tatanan internasional yang lebih damai, dan dalam mendorong kemajuan yang lebih besar atas penghormatan HAM, kebebasan bergama, dan hubungan antarperadaban," ujar Faizasyah.

Presiden SBY dan Ibu Ani beserta delegasi akan meninggalkan New York pada 31 Mei dan dijadwalkan tiba di Tanah Air pada 2 Juni pagi.
(kri)
Berita Terkait
AHY Ngaku Tak Mudah...
AHY Ngaku Tak Mudah Sandang Nama Besar Yudhoyono: Kadang Ingin Protes
Demokrat Sedang Panas,...
Demokrat Sedang Panas, SBY Bertemu Dubes Uni Eropa
SBY Ajak Penonton Pestapora...
SBY Ajak Penonton Pestapora 2024 Nyanyi Lagu Pelangi di Matamu
SBY Jadi Magnet Penonton...
SBY Jadi Magnet Penonton Pestapora 2024 Hari Pertama
SBY Duet Bareng Yuni...
SBY Duet Bareng Yuni Shara, hingga Sandy Sondoro di Pestapora 2024
Tampil di Pestapora...
Tampil di Pestapora 2024 Hari Pertama, SBY: Masih Ingat Aku?
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
Keringanan PBB-P2 DKI...
Keringanan PBB-P2 DKI Jakarta 2026 Berlaku Bertahap
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved