Mendikbud imbau, waspadai jual beli buku kurikulum baru

Minggu, 17 Maret 2013 - 18:18 WIB
Mendikbud imbau, waspadai...
Mendikbud imbau, waspadai jual beli buku kurikulum baru
A A A
Sindonews.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mewaspadai kekhawatiran adanya jual beli buku pada kurikulum baru, Juli 2013 mendatang.

Mendikbud M Nuh mengatakan, langkah terpenting untuk mewaspadai hal tersebut ialah perusahaan percetakan yang menang tender harus menekan kontrak distribusi juga.

"Dengan artian mereka harus mampu mendistribusikan buku-buku tersebut langsung ke sekolah dan bukan ke kantor dinas di provinsi maupun kabupaten kota," kata M Nuh, usai Sosialisasi Kurikulum 2013 dengan para guru yang tergabung dalam Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia (AKSI), di Bandung, Jawa Barat, Minggu (17/3/2013).

Mantan Menkominfo ini menerangkan, pihaknya memang mengkhawatirkan jika buku-buku tersebut mampir ke dinas, maka para orangtua murid akan dimintai sumbangan untuk membayar biaya pengiriman.

“Kita harus pastikan buku itu langsung ke sekolah dan kepala sekolah membagikannya ke para murid,” katanya usai Sosialisasi Kurikulum 2013 dengan para guru yang tergabung dalam Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia (AKSI) Bandung.

Mantan Rektor ITS ini menjelaskan, Kemendikbud nanti akan menyerahkan data sekolah dan jumlah siswa kelas satu dan empat SD yang akan dibagikan buku secara gratis ini kepada percetakan. Pemerintah juga meminta partisipasi masyarakat agar melaporkan jika praktek jual beli buku ini terjadi.

"Pemerintah sudah melakukan langkah antisipasi praktek jual beli buku sejak sosialisasi yang dilakukan saat ini di 33 provinsi. Di hadapan para kepala daerah, kepala dinas dan para guru dia sudah mewanti-wanti bahwa buku yang diberikan ke guru dan siswa harus bebas biaya," bebernya.

M Nuh memang belum menyatakan sanksi apa yang akan dikenakan kepada pihak yang nanti bersalah namun dia menegaskan pemerintah akan ambil alih buku baik distribusi dan kontennya.

Mendikbud menambahkan, dari sisi konten pemerintah meminta evaluasi berulang kali dari para ahli dan tim penulis agar tidak ada kesalahan seperti Lembar Kerja Siswa (LKS) yang banyak menuai kontroversi.

“Insya Allah tidak akan ada konten berisi Maria Ozawa ataupun Bang Maman seperti di LKS yang salah sebelumnya,” janji dia.

Mendikbud menjelaskan, adanya kesalahan pada LKS karena buku pengayaan itu dijual bak jualan kacang saja. Oleh karena itu pada kurikulum 2013 nanti buku-buku sangat dikendalikan betul.

"Buku-buku itu tidak hanya ditulis dari satu atau dua orang saja namun akan diedit lagi Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dari segi bahasa, kalimat dan isinya," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Meningkatkan Literasi...
Meningkatkan Literasi di Dunia Pendidikan
OREO Berbagi Seru Hadirkan...
OREO Berbagi Seru Hadirkan Pembelajaran Berbasis Bermain untuk Siswa Purworejo
Tingkatkan Mutu Perguruan...
Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi, DPD Perkindo DKI Jakarta Gandeng 3 Universitas
Berita Terkini
Kejagung Pelajari Alat...
Kejagung Pelajari Alat Bukti Kasus Febrie Adriansyah dari Polri
MAKI Sebut Pelimpahan...
MAKI Sebut Pelimpahan Penanganan Perkara Febrie Ardiansyah Tabrak KUHAP Baru
Lantik Pengurus Golkar...
Lantik Pengurus Golkar Aceh, Bahlil Instruksikan Konsolidasi dan Tambah Kursi Legislatif
Belum Ditahan, di Mana...
Belum Ditahan, di Mana Febrie Adriansyah usai Jadi Tersangka Korupsi?
ASN Diizinkan Antar...
ASN Diizinkan Antar Anak di Hari Pertama Sekolah, Menteri PANRB: Tak Boleh Mengurangi Kualitas Pelayanan Publik
30 Pati TNI AU Naik...
30 Pati TNI AU Naik Pangkat, Danlanud Sultan Hasanuddin Pecah Bintang
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved