Marzuki Alie: Pengganti Anas dipilih secara demokrasi
Senin, 25 Februari 2013 - 19:07 WIB
Marzuki Alie: Pengganti Anas dipilih secara demokrasi
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Marzuki Alie enggan menanggapi kabar yang menyebutkan dirinya berpeluang sebagai Ketua Umum Partai Demokrat menggantikan Anas Urbaningrum.
"Kalau orang mau nyebut silakan aja, kan tidak ada yang salah. Orang nyebut kan," ujar Marzuki Alie di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (25/2/2013).
Menurutnya, untuk menentukan siapa Ketum Partai Demokrat harus melalui mekanisme Demokrasi.
"Tidak ada istilah penunjukan di Partai Demokrat. Tidak ada penunjukan, semuanya melalui mekanisme demokrasi," ungkapnya.
Mencari pengganti Anas akan dilakukan melalui kongres, berdasarkan AD/ART. "Sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) bahwa Ketua Umum itu dipilih oleh kongres, tentu penggantian juga melalui kongres," imbuhnya.
Saat kembali ditanya kesiapannya jika dia terpilih dari hasil kongres nantinya, Marzuki enggan berkomentar. "Kita bicara nanti, lebih baik tidak dibicarakan sekarang, ya," tuturnya sambil tersenyum.
Hingga saat ini belum ada pembahasan serius mengenai pengganti Anas. "Kalau bicara kandidat, masih lama. Kita tidak bicara kandidat. Sekarang ini yang penting bahwa DPP bisa berjalan sebagaimana biasanya," pungkasnya.
Seperti diketahui, beberapa orang yang dinilai loyalis terhadap Anas Urbaningrum menyebut Marzuki Alie orang yang paling layak menggantikan Anas Urbaningrum.
Seperti disampaikan mantan Wakil Direktur Eksekutif Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat M Rahmad, dia menilai pengganti Anas haruslah orang kuat di grass root.
Marzuki adalah calon ketum yang mendapat suara terbanyak kedua setelah Anas pada kongres lalu.
"Kalau orang mau nyebut silakan aja, kan tidak ada yang salah. Orang nyebut kan," ujar Marzuki Alie di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (25/2/2013).
Menurutnya, untuk menentukan siapa Ketum Partai Demokrat harus melalui mekanisme Demokrasi.
"Tidak ada istilah penunjukan di Partai Demokrat. Tidak ada penunjukan, semuanya melalui mekanisme demokrasi," ungkapnya.
Mencari pengganti Anas akan dilakukan melalui kongres, berdasarkan AD/ART. "Sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) bahwa Ketua Umum itu dipilih oleh kongres, tentu penggantian juga melalui kongres," imbuhnya.
Saat kembali ditanya kesiapannya jika dia terpilih dari hasil kongres nantinya, Marzuki enggan berkomentar. "Kita bicara nanti, lebih baik tidak dibicarakan sekarang, ya," tuturnya sambil tersenyum.
Hingga saat ini belum ada pembahasan serius mengenai pengganti Anas. "Kalau bicara kandidat, masih lama. Kita tidak bicara kandidat. Sekarang ini yang penting bahwa DPP bisa berjalan sebagaimana biasanya," pungkasnya.
Seperti diketahui, beberapa orang yang dinilai loyalis terhadap Anas Urbaningrum menyebut Marzuki Alie orang yang paling layak menggantikan Anas Urbaningrum.
Seperti disampaikan mantan Wakil Direktur Eksekutif Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat M Rahmad, dia menilai pengganti Anas haruslah orang kuat di grass root.
Marzuki adalah calon ketum yang mendapat suara terbanyak kedua setelah Anas pada kongres lalu.
(lns)