Kemenkum HAM diminta jalani putusan MK soal KUHAP

Kamis, 21 Februari 2013 - 13:48 WIB
Kemenkum HAM diminta...
Kemenkum HAM diminta jalani putusan MK soal KUHAP
A A A
Sindonews.com - Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) diminta untuk menjalani putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Undang-Undang Nomor 8 tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

"Apapun namanya, kalau sudah putusan MK, suka tidak suka harus dijalankan. Setuju tidak setuju, harus dilaksanakan. Karena hal tersebut adalah undang-undang," tegas Kata Ketua KOmisi III DPR Gede Pasek Suardika ketika dihubungi wartawan, Kamis (21/2/2013).

Dia menambahkan, putusan MK tanggal 22 November 2012 tidak bersifat retroaktif. Maka semua putusan pemidanaan sebelum tanggal tersebut, sesuai ketentuan pasal 197 ayat (2) putusan itu adalah batal demi hukum.

Sehingga putusan itu, tidak dapat dieksekusi dan yang sudah dieksekusi wajib dibebaskan demi hukum.

Sebagai aparat penegak hukum, politikus Partai Demokrat ini menyatakan, Kemenkum HAM yang dipimpin menteri asal Partai Demokrat Amir Syamsuddin dan jajarannya, khususnya Direktorat Jenderal (Ditjen) Lapas wajib mematuhi putusan MK itu.

"Terlebih Kemenkum HAM adalah kementerian yang membidangi hukum, dan semua ketentuan undang-undang wajib dipatuhi," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, hakim MK memutuskan, pada 22 November 2012, pemidanaan yang tidak memenuhi pasal 197 KUHAP khususnya huruf k terkait pemidanaan memang tidak batal demi hukum.

MK juga memutuskan untuk menghapuskan huruf k dari pasal 197 ayat (1) KUHAP, dan menetapkan bahwa rumusan dari ayat 2 dari pasal 197 itu tidak mencantumkan lagi huruf k.

"Tetapi oleh mahkamah dibilang tidak batal lagi sejak dibacakan putusan itu. Dengan logika hukum itu, maka sudah otomatis putusan yang sebelumnya yang tidak memenuhi syarat formal pemidanaan dikatakan batal demi hukum dan putusan yang batal demi hukum itu cacat hukum, dan yang sudah dieksekusi harus dibebaskan," terangnya.
(mhd)
Berita Terkait
Lakukan Pelanggaran,...
Lakukan Pelanggaran, Kemenkum HAM Cabut Asimilasi Bahar Smith
Kemenkum HAM Ajak Pelaku...
Kemenkum HAM Ajak Pelaku UMKM di Gresik Daftarkan Merek Usaha
Staf Bapas Sumbawa Terlibat...
Staf Bapas Sumbawa Terlibat Jaringan Narkoba, Kemenkum HAM NTB Proses Pemecatannya
Beleid yang Mengatur...
Beleid yang Mengatur Pembelian Listrik EBT Sudah Diplenokan di Kemenkum HAM
Habib Bahar Tak Lantas...
Habib Bahar Tak Lantas Bebas, Kanwil Kemenkum HAM Jabar Bakal Ajukan Banding
Konflik Yayasan dengan...
Konflik Yayasan dengan Warga, Kemenkum Ham Gali Informasi dari Yayasan Imam Syafi'i
Berita Terkini
Menyambut Modi, Mengingat...
Menyambut Modi, Mengingat Janji Pluralisme India
Pengadaan Gembok Lapas...
Pengadaan Gembok Lapas Rp92,5 M, Ditjenpas: Bukan Gembok Biasa dan Dirancang Khusus
PM India Akan ke Indonesia...
PM India Akan ke Indonesia Bertemu Prabowo, Bahas Ketahanan Pangan hingga Pertahanan
FSP BUMN Bersatu Sebut...
FSP BUMN Bersatu Sebut Gelombang PHK Cerminkan Persoalan Struktural Ekonomi Nasional
BMKG: 48,9% Wilayah...
BMKG: 48,9% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau, Puncaknya Juli-September 2026
Retorika Visual Diplomasi...
Retorika Visual Diplomasi Prabowo dan Lukashenko
Infografis
HGU 100 Tahun Dipermasalahkan,...
HGU 100 Tahun Dipermasalahkan, UU IKN Digugat Warga Dayak ke MK
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved