Wajar jika ada mantan aktivis mendukung Anas
Rabu, 13 Februari 2013 - 06:48 WIB
Wajar jika ada mantan aktivis mendukung Anas
A
A
A
Sindonews.com - Pernah berkecimpung di dunia aktivis, sangat wajar jika Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum mendapatkan dukungan dari para mantan aktivis.
Aktivis 1998 dari Forum Kota (Forkot), Mixil Mina Munir mengatakan, dukungan dan solidaritas terhadap Anas sah-sah saja, apalagi Anas pernah menjadi Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB-HMI).
"Karena dulunya mereka pernah sama-sama dalam perjuangan di satu organisasi (HMI)," ucapnya saat dihubungi Sindonews, Rabu (13/2/2013).
Namun, Mixil membantah, jika Anas akan menggunakan kekuatan politiknya lewat kalangan mahasiswa dan para aktivis untuk melawan gerakan Ketua Majelis Tinggi Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
"Tidak mungkin dan sebaiknya jangan dilakukan oleh Anas, untuk menggunakan kekuatan politiknya dengan memanfaatkan mahasiswa, meskipun dia dulunya merupakan aktivis HMI. Yang paling mungkin dilakukan Anas adalah, kembali mengkonsolidasikan kekuatan politiknya di dalam Demokrat," ucapnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, mahasiswa saat ini sudah bisa membedakan di mana kepentingan politik dan mana kepentingan rakyat.
"Mahasiswa sekarang masih mempunyai pikiran yang jernih untuk ikut larut dalam konflik internal Demokrat. Mereka (mahasiswa) tidak mungkin bisa dimanfaatkan anas untuk kepentingan politiknya," pungkasnya.
Aktivis 1998 dari Forum Kota (Forkot), Mixil Mina Munir mengatakan, dukungan dan solidaritas terhadap Anas sah-sah saja, apalagi Anas pernah menjadi Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB-HMI).
"Karena dulunya mereka pernah sama-sama dalam perjuangan di satu organisasi (HMI)," ucapnya saat dihubungi Sindonews, Rabu (13/2/2013).
Namun, Mixil membantah, jika Anas akan menggunakan kekuatan politiknya lewat kalangan mahasiswa dan para aktivis untuk melawan gerakan Ketua Majelis Tinggi Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
"Tidak mungkin dan sebaiknya jangan dilakukan oleh Anas, untuk menggunakan kekuatan politiknya dengan memanfaatkan mahasiswa, meskipun dia dulunya merupakan aktivis HMI. Yang paling mungkin dilakukan Anas adalah, kembali mengkonsolidasikan kekuatan politiknya di dalam Demokrat," ucapnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, mahasiswa saat ini sudah bisa membedakan di mana kepentingan politik dan mana kepentingan rakyat.
"Mahasiswa sekarang masih mempunyai pikiran yang jernih untuk ikut larut dalam konflik internal Demokrat. Mereka (mahasiswa) tidak mungkin bisa dimanfaatkan anas untuk kepentingan politiknya," pungkasnya.
(maf)