Elite Demokrat tidak dewasa jika congkel Anas di Rapimnas
Rabu, 13 Februari 2013 - 08:59 WIB
Elite Demokrat tidak dewasa jika congkel Anas di Rapimnas
A
A
A
Sindonews.com - Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro menyarankan, apapun dinamika politik yang terjadi di internal Partai Demokrat, tidak dapat semena-mena melakukan pergantian pengurus.
Diketahui, Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Demokrat akan digelar pada 17 Februari 2013 mendatang. Diduga Rapimnas tersebut sengaja didesain Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk melengserkan Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum dari jabatannya.
"Apapun dinamikanya partai tidak boleh keluar dari rohnya sebagai pilar penting demokrasi," ucapnya kepada Sindonews melalui pesan singkat, Rabu (12/2/2013).
Lebih lanjut dia mengatakan, sebaiknya elite Demokrat bisa arif dalam mengambil keputusan, tanpa harus menabrak batasan sebagai partai politik. Karena seharusnya, apa pun dinamika yang terjadi di Demokrat, sudah selaiknya dijadikan bahan pembelajaran bagi kadernya.
"Artinya, mekanisme penyelesaian konflik harus tersedia, karena dinamika itu yang akan mematangkan dan mendewasakan kader-kader partai," pungkasnya.
Seperti diberitakan Sindonews sebelumnya, Siti Zuhro meyakini, agenda Rapimnas tersebut sengaja didesain untuk melengserkan Anas.
"Agendanya sangat jelas Anas harus turun, baik sukarela maupun dipaksa, termasuk juga melalui KLB," jelas Siti kepada Sindonews melalui pesan singkat.
Diketahui, Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Demokrat akan digelar pada 17 Februari 2013 mendatang. Diduga Rapimnas tersebut sengaja didesain Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk melengserkan Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum dari jabatannya.
"Apapun dinamikanya partai tidak boleh keluar dari rohnya sebagai pilar penting demokrasi," ucapnya kepada Sindonews melalui pesan singkat, Rabu (12/2/2013).
Lebih lanjut dia mengatakan, sebaiknya elite Demokrat bisa arif dalam mengambil keputusan, tanpa harus menabrak batasan sebagai partai politik. Karena seharusnya, apa pun dinamika yang terjadi di Demokrat, sudah selaiknya dijadikan bahan pembelajaran bagi kadernya.
"Artinya, mekanisme penyelesaian konflik harus tersedia, karena dinamika itu yang akan mematangkan dan mendewasakan kader-kader partai," pungkasnya.
Seperti diberitakan Sindonews sebelumnya, Siti Zuhro meyakini, agenda Rapimnas tersebut sengaja didesain untuk melengserkan Anas.
"Agendanya sangat jelas Anas harus turun, baik sukarela maupun dipaksa, termasuk juga melalui KLB," jelas Siti kepada Sindonews melalui pesan singkat.
(maf)