Tantowi: Inpres Kamtibnas harus dilihat dari dua sisi

Senin, 11 Februari 2013 - 14:37 WIB
Tantowi: Inpres Kamtibnas...
Tantowi: Inpres Kamtibnas harus dilihat dari dua sisi
A A A
Sindonews.com - Instruksi Presiden (Inpres) Nomor II Tahun 2013 soal Keamanan dan Ketertiban Nasional (Kamtibnas) hingga kini masih jadi perdebatan. Anggota Komisi I DPR RI, Tantowi Yahya mengatakan, Inpres tersebut harus dilihat dari dua sisi.

Pertama, karena Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melihat perlunya mengisi kekosongan soal peraturan yang mengatur penegakan Kamtibnas di daerah-daerah.

"Karena, Undang Undang di Indonesia masih banyak yang belum ada peraturan pelaksanaannya. Sehingga, tidak bisa dijalankan termasuk UU mengenai menertibkan dan keamanan itu sendiri, karena itu Presiden mengeluarkan Inpres itu," jelas Tantowi dalam diskusi Yellow Forum for Young Leader (YFYL) di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (11/2/2013).

Kemudian, sisi lain dari Inpres tersebut adalah kemungkinan disalahgunakan oleh para kepala daerah dalam memagari kepentingannya dalam mereduksi konflik sosial secara ketat.

"Karena itu kita selalu berpesan kepada TNI dan Polri untuk harus benar-benar waspada. Jangan sampai niat baik presiden ini pelaksanaannya disalahgunakan. Ternyata penyalahgunaan itu kan telah terbukti bahwa ada kepala daerah di Kabupaten
Madina (Mandailing Natal) di Sumatera Utara yang sudah menggunakan militer untuk berhadapan dengan rakyat," paparnya.

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar ini menegaskan, dalam situasi apapun militer tidak boleh dipakai untuk berhadapan dengan rakyat. Jadi sebetulnya dalam situasi apapun militer itu tidak boleh dibuat. Oleh karenanya, harus mengacu pada UU TNI dan UU Polri.

"Nah, itu adalah tugas dari Polri untuk urusan keamanan. Tapi apabila ekskalasi ancaman itu sudah meningkat dimana infrastruktur polisi itu tidak memungkinkan lagi memang dimungkinkan untuk menggunakan kekuatan tambahan yang berasal dari TNI," tutupnya.
(kri)
Berita Terkait
Gangguan Keamanan Jakarta...
Gangguan Keamanan Jakarta Paling Banyak Dilaporkan melalui Kanal Pemprov DKI
Antisipasi Gangguan...
Antisipasi Gangguan Keamanan, Blok Hunian Lapas Sidoarjo Digeledah
Deteksi Dini Penting...
Deteksi Dini Penting untuk Cegah Gangguan Keamanan dan Ketertiban
Cegah Gangguan Keamanan...
Cegah Gangguan Keamanan di Rutan, Petugas Geledah Kamar Napi
Jelang Nataru, Kapolsek...
Jelang Nataru, Kapolsek Jagakarsa Minta Masyarakat Waspadai Gangguan Keamanan
Polres Bandara Soetta...
Polres Bandara Soetta Antisipasi Gangguan Keamanan saat Pemilu 2024
Berita Terkini
Syah Afandin Dinonaktifkan...
Syah Afandin Dinonaktifkan dari Ketua DPW PAN Sumut usai Kena OTT KPK
OTT KPK di Sumut, 7...
OTT KPK di Sumut, 7 Orang Ditangkap Termasuk Bupati Langkat
DPR Soroti Penggunaan...
DPR Soroti Penggunaan Helikopter KPU, Harap Bisa Dapat Sanksi Tegas
Ubedilah Badrun: Kritik...
Ubedilah Badrun: Kritik Rocky Gerung pada Tiyo Ardianto Itu Keliru
Operasional Haji 2026...
Operasional Haji 2026 Selesai, Menhaj: Seluruh Jemaah Sudah Kembali ke Tanah Air
Imparsial Minta Polisi...
Imparsial Minta Polisi dan Komnas HAM Ikut Usut Kematian 5 Calon Manajer Kopdes
Infografis
10 Figur Publik Penerima...
10 Figur Publik Penerima Beasiswa LPDP, dari Mutiara Baswedan hingga Maudy Ayunda
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved