SBY dinilai takut serangan balik Anas
Minggu, 10 Februari 2013 - 15:11 WIB
SBY dinilai takut serangan balik Anas
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dinilai serius untuk menyelamatkan partainya, dia pun terlihat berhati-hati ketika memutuskan nasib Ketua Umum PD Anas Urbaningrum.
Meski beberapa elite Demokrat mendesak agar Anas mundur dari jabatannya, tetapi SBY tidak mendesak hal itu. Hal itu dinilai karena SBY merasa takut dengan serangan balik dari Anas.
"SBY hanya concern untuk menyelamatkan partai, tetapi tertlihat dia begitu memperitmbangkan posisi Anas. Anas memiliki kemampuan dan memiliki putusan yang bagus di Demokrat, dan Anas memiliki back fighter," jelas Pengamat Politik Yudi Latief, di Dapur Selera, Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (10/2/2013).
Menurut Yudi Latief, SBY sudah tidak dapat mengembalikan citra partai meski berbagai langkah strategis ditempuh pria yang juga menjabat sebagai kepala negara itu.
Yudi meyakini, banyaknya kasus dan masalah yang menimpa Demokrat merupakan hal yang membuat partai berlambang mercy ini sulit mendapatkan citranya kembali.
"Ini merupakan poin yang tidak bisa kembali normal, karena tendensinya sudah menurun, jadi walau dengan apapun kondisi mereka sama," tegasnya.
Karena itu, Yudi pun memprediksi, Partai Demokrat tidak akan mendapat elektabilitas hingga 10 persen dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 mendatang.
"Nanti hanya satu digit bukan lagi dua digit. Karena kompetisi semakin ketat dan situasi mereka saat ini yang sulit," tandasnya.
Meski beberapa elite Demokrat mendesak agar Anas mundur dari jabatannya, tetapi SBY tidak mendesak hal itu. Hal itu dinilai karena SBY merasa takut dengan serangan balik dari Anas.
"SBY hanya concern untuk menyelamatkan partai, tetapi tertlihat dia begitu memperitmbangkan posisi Anas. Anas memiliki kemampuan dan memiliki putusan yang bagus di Demokrat, dan Anas memiliki back fighter," jelas Pengamat Politik Yudi Latief, di Dapur Selera, Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (10/2/2013).
Menurut Yudi Latief, SBY sudah tidak dapat mengembalikan citra partai meski berbagai langkah strategis ditempuh pria yang juga menjabat sebagai kepala negara itu.
Yudi meyakini, banyaknya kasus dan masalah yang menimpa Demokrat merupakan hal yang membuat partai berlambang mercy ini sulit mendapatkan citranya kembali.
"Ini merupakan poin yang tidak bisa kembali normal, karena tendensinya sudah menurun, jadi walau dengan apapun kondisi mereka sama," tegasnya.
Karena itu, Yudi pun memprediksi, Partai Demokrat tidak akan mendapat elektabilitas hingga 10 persen dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 mendatang.
"Nanti hanya satu digit bukan lagi dua digit. Karena kompetisi semakin ketat dan situasi mereka saat ini yang sulit," tandasnya.
(rsa)