Kerugian akibat flu burung jenis baru Rp1,5 miliar
Kamis, 27 Desember 2012 - 13:43 WIB
Kerugian akibat flu burung jenis baru Rp1,5 miliar
A
A
A
Sindonews.com - Virus flu burung atau H5N1 dengan clade (jenis gen) baru 2.3.2 tercatat telah menyebabkan kerugian mencapai Rp1,5 miliar lebih, terhadap para petani itik dan unggas air yang terkena wabah tersebut.
Jumlah kerugian itu didapatkan dari pendataan yang dilakukan Kementerian Pertanian (Kementan) terhadap penyakit yang diduga lebih parah dari penyakit virus H5N1 clade lama 2.1.3
"Kerugian ini dikarenakan karena 150.866 ekor itik tewas di sembilan provinsi. Total itik yang mati di bawah 1 persen dari total itik jutaan di Indonesia," kata Menteri Pertanian (Mentan) Suswono usai menggelar rapat koordinasi tertutup dengan Kemenko Kesra di kantor Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (27/12/2012).
Adapun sembilan provinsi yang terserang wabah flu burung clade baru ini di antaranya Jawa Barat (Jabar), Jawa Tengah (Jateng), Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jawa Timur (Jatim), Banten, Lampung, Riau, Sulawesi Barat (Sulbar) dan Sulawesi Selatan (Sulsel).
Namun, dari ke sembilan daerah yang sudah terjangkit penyakit itu, pihak pemerintah ternyata belum berencana untuk memberikan kompensasi kepada para pemilik. Alasan, belum adanya penganggaran menjadi alasan mereka untuk tidak memberikan kompensasi.
"Kompensasi bisa diberikan kalau ada pernyataan adanya bencana, tapi ini tidak. Nanti ini dirumuskan dengan tim, kompensasi seperti apa, karena 2012 anggaran tidak tersedia. Tapi tahun anggaran akan kami usahakan," jelasnya.
Jumlah kerugian itu didapatkan dari pendataan yang dilakukan Kementerian Pertanian (Kementan) terhadap penyakit yang diduga lebih parah dari penyakit virus H5N1 clade lama 2.1.3
"Kerugian ini dikarenakan karena 150.866 ekor itik tewas di sembilan provinsi. Total itik yang mati di bawah 1 persen dari total itik jutaan di Indonesia," kata Menteri Pertanian (Mentan) Suswono usai menggelar rapat koordinasi tertutup dengan Kemenko Kesra di kantor Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (27/12/2012).
Adapun sembilan provinsi yang terserang wabah flu burung clade baru ini di antaranya Jawa Barat (Jabar), Jawa Tengah (Jateng), Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jawa Timur (Jatim), Banten, Lampung, Riau, Sulawesi Barat (Sulbar) dan Sulawesi Selatan (Sulsel).
Namun, dari ke sembilan daerah yang sudah terjangkit penyakit itu, pihak pemerintah ternyata belum berencana untuk memberikan kompensasi kepada para pemilik. Alasan, belum adanya penganggaran menjadi alasan mereka untuk tidak memberikan kompensasi.
"Kompensasi bisa diberikan kalau ada pernyataan adanya bencana, tapi ini tidak. Nanti ini dirumuskan dengan tim, kompensasi seperti apa, karena 2012 anggaran tidak tersedia. Tapi tahun anggaran akan kami usahakan," jelasnya.
(mhd)