Flu burung belum berpotensi menular ke manusia
Kamis, 27 Desember 2012 - 13:32 WIB
Flu burung belum berpotensi menular ke manusia
A
A
A
Sindonews.com - Pihak pemerintah mengklaim penyakit flu burung atau H5N1 clade baru 2.3.2, belum berpotensi untuk bisa menyebar kepada manusia. Penyakit ini sendiri baru berasal pada makhluk unggas jenis itik dan unggas air.
"Namun, masih diperlukan kesiapan pemerintah untuk mengendalikan flu burung di daerah dan lintas negara masih perlu ditingkatkan agar tidak terjadi pandemi," kata Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (menko Kesra) Agung Laksono saat menggelar rapat tertutup tentang flu burung di Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (27/12/2012).
Namun, dia mengatakan, saat ini masih banyak persoalan lainnya yang kemudian menjadi kendala mereka dalam mengatasi penyakit ini. Di antaranya adalah dana kompensasi untuk depopulasi unggas masih belum tersedia, vaksin H5N1 pada unggas dan manusia yang belum diproduksi maksimal.
"Pengawasan lalu lintas perdagangan unggas secara ilegal masih kurang dan kapasitas kelembagaan pemda untuk mencegah zoonosi belum optimal," terang menteri asal Partai Golkar itu.
Ditambahkannya, saat ini pihaknya juga telah berusaha untuk menghentikan impor unggas asal Austarlia yang terinidkasi terkena penyakit menular sebagai upaya antisispasi. Selain itu, pihaknya pun memperkuat sosialisasi kepada masyarakat untuk mengantisipasi penyakit itu bisa menular kepada manusia.
Dalam pertemuan tertutup itu dihadiri oleh beberapa kementerian di antaranya adalah Menteri Perhubungan (Menhub) EE Mangindaan, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Tifatul Sembiring, Menteri Pertanian (mentan) Suswono, Menteri Kesehatan (Menkes) Nafsiyah Emboy.
"Namun, masih diperlukan kesiapan pemerintah untuk mengendalikan flu burung di daerah dan lintas negara masih perlu ditingkatkan agar tidak terjadi pandemi," kata Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (menko Kesra) Agung Laksono saat menggelar rapat tertutup tentang flu burung di Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (27/12/2012).
Namun, dia mengatakan, saat ini masih banyak persoalan lainnya yang kemudian menjadi kendala mereka dalam mengatasi penyakit ini. Di antaranya adalah dana kompensasi untuk depopulasi unggas masih belum tersedia, vaksin H5N1 pada unggas dan manusia yang belum diproduksi maksimal.
"Pengawasan lalu lintas perdagangan unggas secara ilegal masih kurang dan kapasitas kelembagaan pemda untuk mencegah zoonosi belum optimal," terang menteri asal Partai Golkar itu.
Ditambahkannya, saat ini pihaknya juga telah berusaha untuk menghentikan impor unggas asal Austarlia yang terinidkasi terkena penyakit menular sebagai upaya antisispasi. Selain itu, pihaknya pun memperkuat sosialisasi kepada masyarakat untuk mengantisipasi penyakit itu bisa menular kepada manusia.
Dalam pertemuan tertutup itu dihadiri oleh beberapa kementerian di antaranya adalah Menteri Perhubungan (Menhub) EE Mangindaan, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Tifatul Sembiring, Menteri Pertanian (mentan) Suswono, Menteri Kesehatan (Menkes) Nafsiyah Emboy.
(mhd)