Amankan Misa Natal, 1000 Banser turun tangan
Senin, 24 Desember 2012 - 11:32 WIB
Amankan Misa Natal, 1000 Banser turun tangan
A
A
A
Sindonews.com - Dalam pengamanan perayaan Misa Natal malam nanti, 1000 Bantuan Serba Guna (Banser) disiapkan untuk turun langsung membantu polisi melakukan pengamanan sejumlah gereja di kota Malang.
"Mereka ditugaskan untuk membantu aparat Kepolisian," kata Asisten perencanaan pendidikan dan latihan Badan Koordinasi Nasional Banser, Abdul Mujib Syadzili, Senin (24/12/2012).
Menurutnya, seluruh Banser di tanah air, juga dikerahkan untuk menjaga keamanan umat Kristiani yang menggelar misa natal. Setiap tahun, katanya, Banser membantu pengamanan saat malam Natal. Banser, katanya, bertugas menjaga orang kristiani, bukan perayaan Natal.
Mengenai fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menyatakan haram ucapan selama Natal tak mempengaruhi sikap toleransi Banser.
"Sikap toleransi ini kita teladani dari Nabi Muhammad SAW," katanya.
Sementara itu, petugas kepolisian juga mengerahkan 1000 personil untuk pengamanan. Hari ini, petugas kepolisian bersama Tim Jihandak juga melakukan penyisiran ke gereja-gereja untuk mengantisipasi ancaman bom dan teror.
Setiap gereja minimal diamankan dua personil dan difokuskan di sejumlah gereja yang mempunyai jemaat banyak.
"Intelijen juga disebar untuk mendeteksi ancaman sejak dini," kata humas Polres Malang Kota, AKP Dwiko Gunawan.
"Mereka ditugaskan untuk membantu aparat Kepolisian," kata Asisten perencanaan pendidikan dan latihan Badan Koordinasi Nasional Banser, Abdul Mujib Syadzili, Senin (24/12/2012).
Menurutnya, seluruh Banser di tanah air, juga dikerahkan untuk menjaga keamanan umat Kristiani yang menggelar misa natal. Setiap tahun, katanya, Banser membantu pengamanan saat malam Natal. Banser, katanya, bertugas menjaga orang kristiani, bukan perayaan Natal.
Mengenai fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menyatakan haram ucapan selama Natal tak mempengaruhi sikap toleransi Banser.
"Sikap toleransi ini kita teladani dari Nabi Muhammad SAW," katanya.
Sementara itu, petugas kepolisian juga mengerahkan 1000 personil untuk pengamanan. Hari ini, petugas kepolisian bersama Tim Jihandak juga melakukan penyisiran ke gereja-gereja untuk mengantisipasi ancaman bom dan teror.
Setiap gereja minimal diamankan dua personil dan difokuskan di sejumlah gereja yang mempunyai jemaat banyak.
"Intelijen juga disebar untuk mendeteksi ancaman sejak dini," kata humas Polres Malang Kota, AKP Dwiko Gunawan.
(ysw)