GP Anshor amankan malam Natal di Depok
Jum'at, 21 Desember 2012 - 16:59 WIB
GP Anshor amankan malam Natal di Depok
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Depok Abdul Kodir mengerahkan 200 anggota untuk turut serta mengamankan peringatan hari raya Natal dan tahun baru 2012. Hal itu dilakukan sebagai bagian dari partisipasi dan rasa solidaritas antar sesama.
“Kita ikut serta dalam mengamankan hari raya Natal. Ini adalah simbol dari persaudaraan, solidaritas antar sesama,” tuturnya kepada wartawan, di Depok, Jumat (21/12/2012).
Dia menambahkan, pengamanan sengaja dipusatkan di sejumlah gereja di Depok seperti GPIB Immanuel di Jalan Pemuda, Gereja Bethel Indonesia di Jalan Kamboja, Gereja Katholik Paulus di Jalan Melati dan lainnya. Dia menambahkan, kegiatan tersebut akan dilakukan pada 24-25 Desember 2012.
“Kita juga akan melakukan patroli dan membuat posko. Kita berpartisipasi bagaimana saudara-saudara kita bisa menjalankan ibadahnya dengan tenang. Tentunya, kita telah berkoordinasi dengan pihak Polresta Depok. Jadi bukan sekadar pengamanan saja, tapi juga ada makna lainnya,” tuturnya.
Terlebih lagi, lanjutnya, masyarakat kota Depok sangat plural. Dirinya tidak ingin, adanya perpecahan dan kekerasan mengatasnamakan agama terjadi. Untuk itu, semangat gotong royong dan persatuan harus digaungkan untuk menciptakan suasana yang kondusif.
“Memang dalam peringatan ini terjadi setiap tahun. Namun, dengan berpartisipasi dalam pengamanan Natal menjadi simbol kebersamaan antar saudara lintas agama,” paparnya.
“Kita ikut serta dalam mengamankan hari raya Natal. Ini adalah simbol dari persaudaraan, solidaritas antar sesama,” tuturnya kepada wartawan, di Depok, Jumat (21/12/2012).
Dia menambahkan, pengamanan sengaja dipusatkan di sejumlah gereja di Depok seperti GPIB Immanuel di Jalan Pemuda, Gereja Bethel Indonesia di Jalan Kamboja, Gereja Katholik Paulus di Jalan Melati dan lainnya. Dia menambahkan, kegiatan tersebut akan dilakukan pada 24-25 Desember 2012.
“Kita juga akan melakukan patroli dan membuat posko. Kita berpartisipasi bagaimana saudara-saudara kita bisa menjalankan ibadahnya dengan tenang. Tentunya, kita telah berkoordinasi dengan pihak Polresta Depok. Jadi bukan sekadar pengamanan saja, tapi juga ada makna lainnya,” tuturnya.
Terlebih lagi, lanjutnya, masyarakat kota Depok sangat plural. Dirinya tidak ingin, adanya perpecahan dan kekerasan mengatasnamakan agama terjadi. Untuk itu, semangat gotong royong dan persatuan harus digaungkan untuk menciptakan suasana yang kondusif.
“Memang dalam peringatan ini terjadi setiap tahun. Namun, dengan berpartisipasi dalam pengamanan Natal menjadi simbol kebersamaan antar saudara lintas agama,” paparnya.
(san)