Penembakan Brimob, Polri menduga dilakukan kelompok Santoso
Kamis, 20 Desember 2012 - 17:57 WIB
Penembakan Brimob, Polri menduga dilakukan kelompok Santoso
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Kepala Polri (Wakapolri), Komjen Polisi Nanan Sukarna menduga pelaku penembak anggota Brimob di Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng) masih kelompok daftar pencarian orang (DPO) nomor satu di wilayah tersebut. Kelompok Santoso diduga di balik penyerangan itu.
"Ya kami menduga masih berkaitan dengan mereka (Santoso), karena lokasinya masih berdekatan di sana, yakni dekat bukit-bukit. Orang itu (Santoso) kan masih menjadi DPO kita sampai saat ini," jelas Nanan usai mengikuti seminar nasional Relasi Negara dan Agama dalam Sistem Demokrasi: Problematika Negara dalam Menangani Intoleransi Agama di Universitas Paramadina, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (20/12/2012).
Pihaknya menduga, pelaku masih orang-orang yang sebelumnya baku tembak dengan polisi saat berpatroli dan menemukan kamp latihan teroris di kawasan Desa Kalora, Poso. "Ya kami juga menduga masih dengan mereka karena itu tadi lokasi yang kita lihat di bukit-bukit," katanya lagi.
Meski begitu, jenderal bintang tiga ini belum dapat mengambil kesimpulan terkait kasus penembakan tersebut. Alasannya, masih menunggu hasil penyidikan lebih lanjut. "Saya baru tahu soal ini, jadi belum bisa berikan informasi lebih banyak. Nanti lah nanti," pungkasnya.
Seperti diketahui, anggota Brimob dari Polda Sulteng ditembaki sekelompak orang bersenjata di Desa Kalora, Kabupaten Poso saat melakukan patroli, atas kejadian ini tiga anggota Brimob tewas dan tiga lainnya luka-luka.
"Ya kami menduga masih berkaitan dengan mereka (Santoso), karena lokasinya masih berdekatan di sana, yakni dekat bukit-bukit. Orang itu (Santoso) kan masih menjadi DPO kita sampai saat ini," jelas Nanan usai mengikuti seminar nasional Relasi Negara dan Agama dalam Sistem Demokrasi: Problematika Negara dalam Menangani Intoleransi Agama di Universitas Paramadina, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (20/12/2012).
Pihaknya menduga, pelaku masih orang-orang yang sebelumnya baku tembak dengan polisi saat berpatroli dan menemukan kamp latihan teroris di kawasan Desa Kalora, Poso. "Ya kami juga menduga masih dengan mereka karena itu tadi lokasi yang kita lihat di bukit-bukit," katanya lagi.
Meski begitu, jenderal bintang tiga ini belum dapat mengambil kesimpulan terkait kasus penembakan tersebut. Alasannya, masih menunggu hasil penyidikan lebih lanjut. "Saya baru tahu soal ini, jadi belum bisa berikan informasi lebih banyak. Nanti lah nanti," pungkasnya.
Seperti diketahui, anggota Brimob dari Polda Sulteng ditembaki sekelompak orang bersenjata di Desa Kalora, Kabupaten Poso saat melakukan patroli, atas kejadian ini tiga anggota Brimob tewas dan tiga lainnya luka-luka.
(kur)