Pohon Natal unik dari ribuan mainan tradisional
Rabu, 19 Desember 2012 - 15:10 WIB
Pohon Natal unik dari ribuan mainan tradisional
A
A
A
Sindonews.com - Menjelang perayaan Natal, salahsatu rumah makan di Kota Malang, Jawa Timur menyedot pengunjung dengan pohon Natal unik. Tidak seperti biasa, pohon Natal yang ada di rumah makan tersebut terbuat dari susunan ribuan mainan tradisional.
Menariknya, pengunjung rumah makan di Blimbing, Kota Malang ini bisa membawa pulang berbagai mainan itu sebagai souvenir tepat saat perayaan Natal nanti.
"Ini sebagai salah satu menjaga kelestarian mainan tradisional," kata Nanang Wintoro, pengelola rumah makan tersebut, Rabu (19/12/2012).
Ia mengungkapkan, untuk menyusun pohon Natal tersebut dibutuhkan waktu sepekan. Pohon Natal tersebut terdiri dari 1.800-an jenis mainan tradisional.
Berbagai mainan itu didesain sedemikian rupa sehingga berbentuk pohon cemara. Di antara mainan tersebut adalah, jimbe, ketapel, yoyo, mobil-mobilan kayu, perahu kertas, kincir kertas, gasing, burung kertas, dan berbagai mainan lainnya.
Nanang menyatakan, tujuan membuat pohon natal dari mainan tradisional ini adalah agar masyarakat tetap ingat dan melestarikannya di tengah kemajuan teknologi yang mainan anak-anak sekarang menyatu dengan teknologi.
"Kami ingin agar berbagai mainan asli Indonesia itu tidak punah digerus kemajuan teknologi," katanya.
Karena itu, dirinya berharap ada manfaat membuat pohon natal seperti itu, setiap pengunjung yang datang setidaknya bisa kembali ingat terhadap aneka jenis mainan tersebut yang khas Indonesia.
Menariknya, pengunjung rumah makan di Blimbing, Kota Malang ini bisa membawa pulang berbagai mainan itu sebagai souvenir tepat saat perayaan Natal nanti.
"Ini sebagai salah satu menjaga kelestarian mainan tradisional," kata Nanang Wintoro, pengelola rumah makan tersebut, Rabu (19/12/2012).
Ia mengungkapkan, untuk menyusun pohon Natal tersebut dibutuhkan waktu sepekan. Pohon Natal tersebut terdiri dari 1.800-an jenis mainan tradisional.
Berbagai mainan itu didesain sedemikian rupa sehingga berbentuk pohon cemara. Di antara mainan tersebut adalah, jimbe, ketapel, yoyo, mobil-mobilan kayu, perahu kertas, kincir kertas, gasing, burung kertas, dan berbagai mainan lainnya.
Nanang menyatakan, tujuan membuat pohon natal dari mainan tradisional ini adalah agar masyarakat tetap ingat dan melestarikannya di tengah kemajuan teknologi yang mainan anak-anak sekarang menyatu dengan teknologi.
"Kami ingin agar berbagai mainan asli Indonesia itu tidak punah digerus kemajuan teknologi," katanya.
Karena itu, dirinya berharap ada manfaat membuat pohon natal seperti itu, setiap pengunjung yang datang setidaknya bisa kembali ingat terhadap aneka jenis mainan tersebut yang khas Indonesia.
(ysw)