Hasil kerja Komnas HAM di tangan presiden

Rabu, 19 Desember 2012 - 14:26 WIB
Hasil kerja Komnas HAM...
Hasil kerja Komnas HAM di tangan presiden
A A A
Sindonews.com - Sebagai salah satu lembaga yang menjadi pelindung dalam mensejahterakan hak-hak kaum minoritas, hasil kerja Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dinilai sangat bergantung pada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Hal itu disampaikan anggota komisi III DPR RI, Eva Kusuma Sundari. Dia pun merasa sedih karena banyak rekomendasi Komnas HAM mengenai pelanggaran hak asasi dan kaum minoritas yang justru hasilnya mangkrak di tangan presiden serta kementerian dan lembaga terkait.

"Jadi apa pun yang dilakukan Komnas HAM sangat bergantung pada presiden, karena tergantung pada komitmen politik itu tadi. Aku agak sedih karena Komnas HAM melaporkan ke Komisi III, semua ke kementerian, dan lembaga, tetapi tidak mendapatkan respon," jelas Eva kepada Sindonews usai mengikuti diskusi bertemakan "Negara, Agama dan Problem Perlindungan Hak-hak Minoritas", di Kantor Pengurus Pust (PP) Muhammadiyah DKI Jakarta, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (19/12/2012).

Dia menambahkan, hasil akhir kinerja Komnas HAM ada pada presiden karena mereka bukan lembaga yang memiliki hak advokasi seperti DPR dan lembaga lainnya.

"Komnas HAM atau Ombudsman bahkan komisi anak itu hanya mereka merekomendasikan, khusus Komnas HAM sudah melakukan apa yang harus mereka lakukan, tetapi dampaknya kan tidak seperti DPR yang melakukan advokasi, karena mereka hanya bisa melaporkan dan tidak punya daya paksa supaya negara menjawab, daya paksa supaya negara menjalani rekomendasi dia," tandasnya.

Oleh karenanya, ketidak adanya kekuatan Komnas HAM dalam menindaklanjuti pelanggaran hak asasi dan perlindungan kaum minoritas membuat masalah yang terkait keduanya saat ini masih akan terus terjadi di Indonesia selama pemerintah tidak menindak tegas permasalahan tersebut.

"Ini kan ada di tangan pemerintah, apa mereka cuek atau bagaimana. Sekali lagi, Komnas HAM ini berbeda dengan DPR, karena kita mempunyai power di konstitusi, mereka tidak memiliki," cetusnya.
(rsa)
Berita Terkait
Aksi Solidaritas Korban...
Aksi Solidaritas Korban untuk Keadilan
Aksi Kamisan ke-766
Aksi Kamisan ke-766
Pemerintah Akui Adanya...
Pemerintah Akui Adanya Pelanggaran HAM Berat
Presiden Jokowi Sorot...
Presiden Jokowi Sorot dan Akui Pelanggaran HAM di Masa Lalu
Komnas HAM Sebut Polri...
Komnas HAM Sebut Polri Jadi Instansi Paling Sering Diadukan Soal Pelanggaran HAM
Aksi Kamisan ke-792,...
Aksi Kamisan ke-792, Desak Pemerintah Jamin Penegakan HAM
Berita Terkini
Di Hadapan Dasco, Hotman...
Di Hadapan Dasco, Hotman Paris Bersama Ketua Umum PWI Salam Komando
Kaesang Maju Pileg 2029...
Kaesang Maju Pileg 2029 di Dapil Puan, PAN: Orang Tuanya Pernah Jadi Wali Kota Solo, Wajarlah
Bimtek Perindo, KPU...
Bimtek Perindo, KPU Ingatkan Pentingnya Pemutakhiran Data Parpol
Periksa Plt Gubernur...
Periksa Plt Gubernur Riau, KPK Dalami Uang yang Ditemukan saat Penggeledahan
Serap Aspirasi RUU Perampasan...
Serap Aspirasi RUU Perampasan Aset, Habiburokhman: Masyarakat Ingin Instrumen Hukum untuk Kejar Hasil Kejahatan
Sangat Sulit bagi Kaesang...
Sangat Sulit bagi Kaesang Saingi Popularitas Puan Maharani di Dapil Jateng V
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved