Kalah bersaing, hotel melati gigit jari
Rabu, 19 Desember 2012 - 10:51 WIB
Kalah bersaing, hotel melati gigit jari
A
A
A
Sindonews.com - Minimnya acara yang digelar selama Natal dan Tahun Baru di hotel kelas melati berdampak pada tingkat hunian. Pesatnya pertumbuhan hotel juga menjadi faktor kurang diminatinya hotel kelas melati.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Herman Sumaryono, mengatakan, hotel kelas melati kalah bersaing dengan hotel berbintang dalam penyelenggaran hiburan pada momen Natal dan Tahun Baru.
"Kalau hotek berbintang menyelenggarakan sejumlah acara dengan menghadirkan artis ibu kota, sedangkan hotel kelas melati tidak ada," katanya, Rabu (19/12/2012).
Disamping tidak adanya hiburan, penyebab lainnya karena pertumbuhan hotel tak sebanding dengan tingkat hunian sehingga menggerus hunian hotel kelas melati.
"Selama setahun saja lima hotel berdiri di Malang. Saat ini ada jumlah hotel mencapai 60, dan 15 di antaranya hotel berbintang," kata Herman Sumaryono.
Pertumbuhan hotel secara pesat berdampak adanya perang tarif. Ia berharap hotel berbintang bermain di kelasnya dan tidak memasang tarif
lebih murah.
Ia menjelaskan, persaingan tak sehat ini bakal mengancam industri jasa perhotelan dan bisa jadi banyak hotel yang gulung tikar.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Herman Sumaryono, mengatakan, hotel kelas melati kalah bersaing dengan hotel berbintang dalam penyelenggaran hiburan pada momen Natal dan Tahun Baru.
"Kalau hotek berbintang menyelenggarakan sejumlah acara dengan menghadirkan artis ibu kota, sedangkan hotel kelas melati tidak ada," katanya, Rabu (19/12/2012).
Disamping tidak adanya hiburan, penyebab lainnya karena pertumbuhan hotel tak sebanding dengan tingkat hunian sehingga menggerus hunian hotel kelas melati.
"Selama setahun saja lima hotel berdiri di Malang. Saat ini ada jumlah hotel mencapai 60, dan 15 di antaranya hotel berbintang," kata Herman Sumaryono.
Pertumbuhan hotel secara pesat berdampak adanya perang tarif. Ia berharap hotel berbintang bermain di kelasnya dan tidak memasang tarif
lebih murah.
Ia menjelaskan, persaingan tak sehat ini bakal mengancam industri jasa perhotelan dan bisa jadi banyak hotel yang gulung tikar.
(ysw)