Survei jadi senjata utama Golkar di Pilkada
Rabu, 19 Desember 2012 - 09:30 WIB
Survei jadi senjata utama Golkar di Pilkada
A
A
A
Sindonews.com - Acapkali mempunyai pengalaman tidak mengenakan dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) alias sering menelan kekalahan, membuat Partai Golongan Karya (Golkar) berbenah diri.
Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar Hajriyanto Thohari mengatakan, pelajaran berharga itu terlihat saat Pilkada DKI Jakarta beberapa waktu lalu. Dimana calon dari Golkar Alex Noerdin tidak bisa berbuat banyak.
Sementara jago Golkar di Pilkada Bekasi Rahmat Effendi berhasil unggul lewat perhitungan cepat atau quick count. Itu tidak terlepas dari survei yang dilakukan partai berlambang pohon beringin ini, sebelum mencalonkan Rahmat di Pilkada Bekasi.
"Kini Partai Golkar benar-benar harus menjadikan survei sebagai basis utama dalam mengajukan calon," kata Hajriyanto saat dihubungi wartawan, Rabu (19/12/2012).
Wakil Ketua MPR ini menjelaskan, faktor popularitas dan kesukaan benar-benar menjadi faktor utama dalam pemilihan suara.
"Faktor popularitas, kesukaan, dan elektabilitas calon harus benar-benar menjadi kriteria pertama dan utama. Kemudian, dalam Pemilukada dan Pemilu yang akan datang Golkar akan menempuh tracking (jalur) seperti ini," ucapnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, tidak menampik bahwa calon yang elektabilitasnya tinggi lebih besar peluangnya untuk menang dalam pemilihan umum.
"Kemenangan dalam Pemilukada di Tangerang (Zaki) dan Bekasi (Effendi) menjadi bukti bahwa calon yang elektabilitasnya tinggi, meski tidak selalu demikian, nyatanya lebih besar peluangnya untuk menang. Dan ternyata keduanya menang dan sukses," tutupnya.
Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar Hajriyanto Thohari mengatakan, pelajaran berharga itu terlihat saat Pilkada DKI Jakarta beberapa waktu lalu. Dimana calon dari Golkar Alex Noerdin tidak bisa berbuat banyak.
Sementara jago Golkar di Pilkada Bekasi Rahmat Effendi berhasil unggul lewat perhitungan cepat atau quick count. Itu tidak terlepas dari survei yang dilakukan partai berlambang pohon beringin ini, sebelum mencalonkan Rahmat di Pilkada Bekasi.
"Kini Partai Golkar benar-benar harus menjadikan survei sebagai basis utama dalam mengajukan calon," kata Hajriyanto saat dihubungi wartawan, Rabu (19/12/2012).
Wakil Ketua MPR ini menjelaskan, faktor popularitas dan kesukaan benar-benar menjadi faktor utama dalam pemilihan suara.
"Faktor popularitas, kesukaan, dan elektabilitas calon harus benar-benar menjadi kriteria pertama dan utama. Kemudian, dalam Pemilukada dan Pemilu yang akan datang Golkar akan menempuh tracking (jalur) seperti ini," ucapnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, tidak menampik bahwa calon yang elektabilitasnya tinggi lebih besar peluangnya untuk menang dalam pemilihan umum.
"Kemenangan dalam Pemilukada di Tangerang (Zaki) dan Bekasi (Effendi) menjadi bukti bahwa calon yang elektabilitasnya tinggi, meski tidak selalu demikian, nyatanya lebih besar peluangnya untuk menang. Dan ternyata keduanya menang dan sukses," tutupnya.
(maf)