Strategi Akbar Tanjung, ingin kursi capres
Selasa, 18 Desember 2012 - 08:30 WIB
Strategi Akbar Tanjung, ingin kursi capres
A
A
A
Sindonews.com - Keberadaan Aburizal Bakrie (Ical) sebagai calon presiden (capres) Pemilu 2014 usungan Partai Golkar terus saja diusik. Bahkan, Ical dideadline oleh Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tanjung agar menaikkan elektabilitasnya Juli 2013. Jika tidak, Ical bisa digeser dan digantikan capres lain.
Menanggapi hal itu, pengamat politik Yunarto Wijaya menilai langkah deadline dilakukan Akbar Tanjung hanyalah strategi semata. Dengan membatasi waktu, Akbar bermaksud menggeser kursi capres Ical.
"Itu bisa saja terjadi, mengingat situasi politik Golkar sedang tidak kondusif. Bisa saja Akbar ingin mengisi posisi capres juga. Makanya kemudian dia mengirim surat ke DPP Partai Golkar yang intinya memberi batas waktu Ical agar bisa menaikkan elektabilitas yang rendah itu," ujar Yunarto kepada Sindonews, Selasa (18/12/2012).
Saat ditanya apakah langkah Akbar itu merupakan bentuk dukungan terhadap Jusuf Kalla, Yunarto mengaku tidak melihat kemungkinan itu dilakukan Akbar.
“Akbar dari mulai deklarasi sudah terlihat mendukung Ical sebagai capres. Kalau akhirnya dia mendukung JK untuk menjadi capres itu tidak mungkin, namun jika dia mencalonkan dirinya sendiri, itu baru memungkinkan,“ imbuhnya.
Seperti diketahui, Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) Partai Golkar Akbar Tanjung memberikan surat kepada DPP Partai Golkar mengenai elektabilitas Aburizal Bakrie (Ical) yang dibatasi hingga Juli 2013. Sesuai batas waktu itu, elektabilitas Ical harus naik jika ingin dicapreskan. Jika tidak naik, bisa saja pencapresan Ical dievaluasi.
Menanggapi hal itu, pengamat politik Yunarto Wijaya menilai langkah deadline dilakukan Akbar Tanjung hanyalah strategi semata. Dengan membatasi waktu, Akbar bermaksud menggeser kursi capres Ical.
"Itu bisa saja terjadi, mengingat situasi politik Golkar sedang tidak kondusif. Bisa saja Akbar ingin mengisi posisi capres juga. Makanya kemudian dia mengirim surat ke DPP Partai Golkar yang intinya memberi batas waktu Ical agar bisa menaikkan elektabilitas yang rendah itu," ujar Yunarto kepada Sindonews, Selasa (18/12/2012).
Saat ditanya apakah langkah Akbar itu merupakan bentuk dukungan terhadap Jusuf Kalla, Yunarto mengaku tidak melihat kemungkinan itu dilakukan Akbar.
“Akbar dari mulai deklarasi sudah terlihat mendukung Ical sebagai capres. Kalau akhirnya dia mendukung JK untuk menjadi capres itu tidak mungkin, namun jika dia mencalonkan dirinya sendiri, itu baru memungkinkan,“ imbuhnya.
Seperti diketahui, Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) Partai Golkar Akbar Tanjung memberikan surat kepada DPP Partai Golkar mengenai elektabilitas Aburizal Bakrie (Ical) yang dibatasi hingga Juli 2013. Sesuai batas waktu itu, elektabilitas Ical harus naik jika ingin dicapreskan. Jika tidak naik, bisa saja pencapresan Ical dievaluasi.
(lns)