Tim olimpiade sains SMP Indonesia raih 2 emas
Rabu, 12 Desember 2012 - 11:44 WIB
Tim olimpiade sains SMP Indonesia raih 2 emas
A
A
A
Sindonews.com - Tim International Junior Science Olympiad (IJSO) Indonesia berhasil meraih dua emas di ajang olimpiade Sains dan di Teheran 1-10 Desember 2012 lalu. Raihan dua medali emas didapat oleh siswa SMP IPH Surabaya Kevin Limanta, dan siswa SMP 2 Semarang Rachmat Waluyo.
Sedangkan medali perak direbut juga oleh Kevin Limanta dan Timothy, Dennis dan Rahmat dari SMP IPH Surabaya. Selanjutnya medali perunggu diboyong oleh Steven Sebastian (SMP PL Dominico Savio Semarang), Viriyadhika Putra (SMP Kemurnian 2 Jakarta), Timothy Antoni (SMP 5 Penabur Jakarta), Dennis Deviandoni (SMP 1 Banyuwangi), Roihan Muhammad Iqbal (SMP 2 Purworejo) dan Tohari Catur Pamungkas (SMP Sragen BBS).
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh menyatakan, prestasi tim IJSO di olimpiade ini menandakan bangsa ini memiliki sumber daya manusia yang luar biasa jika dikelola dengan baik. Dia menganggap siswa yang meraih medali ini sebagai pejuang karena para pesaing dari negara lain pun telah mempunyai tradisi keilmuan yang sudah mumpuni.
Oleh karena itu, ujarnya, agar lebih banyak lagi peserta olimpiade di pertandingan berikutnya mendikbud menginstruksikan kepada jajarannya untuk mencari bakat-bakat baru dari berbagai daerah. Penjaringan bakat pun jangan terbatas di kota besar saja karena peraih medali di Teheran kemarin pun banyak yang berasal dari kota kecil seperti Sragen, Banyuwangi dan Purworejo.
"Mental dan tradisi juara harus dipertahankan. Saya bangga karena peserta tim olimpiade ini tidak hanya berasal dari kota besar," kata M Nuh usai menerima Tim IJSO, di Gedung Kemendikbud, Rabu (12/12/2012).
Menurutnya, sebagai bentuk penghargaan, pemerintah akan memberikan beasiswa agar mereka dapat melanjutkan sekolah dengan laik. Dia juga berpesan kepada sekolah agar memberikan waktu khusus kepada siswa-siswi unggulan ini untuk mengasah ilmu selain belajar di kelas reguler.
"Kedua perlakuan khusus ini diperlukan sebagai kaderisasi, sehingga siswa yang berprestasi ini dapat melanjutkan prestasinya mulai dari SD, berlanjut ke SMP, SMA dan ajang pertandingan di perguruan tinggi," jelasnya.
Dirjen Pendidikan Dasar (Dikdas) Kemendikbud Suyanto menambahkan, bagi peraih emas diberikan hadiah uang sebesar Rp12,5 juta, tim yang meraih perak (The Best Experiment) mendapat Rp2,5 juta dan yang meraih medali perunggu diberikan uang senilai Rp750 ribu.
Mengenai beasiswa, Suyanto menjelaskan, jika mereka masih duduk di SD dan SMP maka tanggung jawab beasiswa ada di tangan pemerintah daerah karena ada Permendiknas No 34/2006 tentang Pembinaan Prestasi Peserta Didik yang Memiliki Potensi Kecerdasan dan atau Bakat Istimewa. Sedangkan jika pemenang itu sudah SMA dan ingin melanjutkan ke perguruan tinggi, maka Kemendikbud yang akan menanganinya.
"Beasiswa ke sekolah dan kuliah itu harus yang dibiayai APBN atau APBD. Oleh karena itu sekolah yang dipilih harus negeri," jelasnya.
Sedangkan medali perak direbut juga oleh Kevin Limanta dan Timothy, Dennis dan Rahmat dari SMP IPH Surabaya. Selanjutnya medali perunggu diboyong oleh Steven Sebastian (SMP PL Dominico Savio Semarang), Viriyadhika Putra (SMP Kemurnian 2 Jakarta), Timothy Antoni (SMP 5 Penabur Jakarta), Dennis Deviandoni (SMP 1 Banyuwangi), Roihan Muhammad Iqbal (SMP 2 Purworejo) dan Tohari Catur Pamungkas (SMP Sragen BBS).
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh menyatakan, prestasi tim IJSO di olimpiade ini menandakan bangsa ini memiliki sumber daya manusia yang luar biasa jika dikelola dengan baik. Dia menganggap siswa yang meraih medali ini sebagai pejuang karena para pesaing dari negara lain pun telah mempunyai tradisi keilmuan yang sudah mumpuni.
Oleh karena itu, ujarnya, agar lebih banyak lagi peserta olimpiade di pertandingan berikutnya mendikbud menginstruksikan kepada jajarannya untuk mencari bakat-bakat baru dari berbagai daerah. Penjaringan bakat pun jangan terbatas di kota besar saja karena peraih medali di Teheran kemarin pun banyak yang berasal dari kota kecil seperti Sragen, Banyuwangi dan Purworejo.
"Mental dan tradisi juara harus dipertahankan. Saya bangga karena peserta tim olimpiade ini tidak hanya berasal dari kota besar," kata M Nuh usai menerima Tim IJSO, di Gedung Kemendikbud, Rabu (12/12/2012).
Menurutnya, sebagai bentuk penghargaan, pemerintah akan memberikan beasiswa agar mereka dapat melanjutkan sekolah dengan laik. Dia juga berpesan kepada sekolah agar memberikan waktu khusus kepada siswa-siswi unggulan ini untuk mengasah ilmu selain belajar di kelas reguler.
"Kedua perlakuan khusus ini diperlukan sebagai kaderisasi, sehingga siswa yang berprestasi ini dapat melanjutkan prestasinya mulai dari SD, berlanjut ke SMP, SMA dan ajang pertandingan di perguruan tinggi," jelasnya.
Dirjen Pendidikan Dasar (Dikdas) Kemendikbud Suyanto menambahkan, bagi peraih emas diberikan hadiah uang sebesar Rp12,5 juta, tim yang meraih perak (The Best Experiment) mendapat Rp2,5 juta dan yang meraih medali perunggu diberikan uang senilai Rp750 ribu.
Mengenai beasiswa, Suyanto menjelaskan, jika mereka masih duduk di SD dan SMP maka tanggung jawab beasiswa ada di tangan pemerintah daerah karena ada Permendiknas No 34/2006 tentang Pembinaan Prestasi Peserta Didik yang Memiliki Potensi Kecerdasan dan atau Bakat Istimewa. Sedangkan jika pemenang itu sudah SMA dan ingin melanjutkan ke perguruan tinggi, maka Kemendikbud yang akan menanganinya.
"Beasiswa ke sekolah dan kuliah itu harus yang dibiayai APBN atau APBD. Oleh karena itu sekolah yang dipilih harus negeri," jelasnya.
(rsa)