HNW: Partai berbasis agama masih diperhitungkan
Kamis, 29 November 2012 - 10:38 WIB
HNW: Partai berbasis agama masih diperhitungkan
A
A
A
Sindonews.com - Nama Hidayat Nur Wahid (HNW) mencuat diurutan lima dalam hasil penelitian Lembaga Survei Indonesia (LSI), pada Rabu 28 November 2012 kemarin, di Gedung Manggala Wanabakti.
Menanggapi hasil penelitian tersebut, politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengatakan, jika partai berbasis agama masih diperhitungkan dalam pentas perpolitikan di Indonesia.
"Ini adalah sebuah pembuktian, bahwa partai Islam masih dinilai positif," kata Hidayat, saat dihubungi wartawan, Kamis (29/11/2012).
Ketua Fraksi PKS DPR itu menegaskan, meski saat ini anggota DPR tengah menjadi sorotan publik. Namun tidak semua anggota DPR bisa dipersepsikan negatif oleh masyarakat.
"Dari 560 anggota DPR di Senayan, masih banyak yang selalu memperjuangkan kepentingan publik. Tidak semua DPR bahwa adalah buruk. Artinya DPR tidak serta merta terpuruk. Dan saya masuk lima besar," ucapnya.
Mantan Presiden PKS ini melihat survei tersebut bukan suatu keberan yang mutlak, tapi setidaknya bisa memberikan gambaran mengenai kondisi yang ada saat ini.
"Saya tidak pernah menjadikan survei sebagai kebenaran mutlak. Mudah-mudahan ini memberikan bukti," pungkasnya.
Menanggapi hasil penelitian tersebut, politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengatakan, jika partai berbasis agama masih diperhitungkan dalam pentas perpolitikan di Indonesia.
"Ini adalah sebuah pembuktian, bahwa partai Islam masih dinilai positif," kata Hidayat, saat dihubungi wartawan, Kamis (29/11/2012).
Ketua Fraksi PKS DPR itu menegaskan, meski saat ini anggota DPR tengah menjadi sorotan publik. Namun tidak semua anggota DPR bisa dipersepsikan negatif oleh masyarakat.
"Dari 560 anggota DPR di Senayan, masih banyak yang selalu memperjuangkan kepentingan publik. Tidak semua DPR bahwa adalah buruk. Artinya DPR tidak serta merta terpuruk. Dan saya masuk lima besar," ucapnya.
Mantan Presiden PKS ini melihat survei tersebut bukan suatu keberan yang mutlak, tapi setidaknya bisa memberikan gambaran mengenai kondisi yang ada saat ini.
"Saya tidak pernah menjadikan survei sebagai kebenaran mutlak. Mudah-mudahan ini memberikan bukti," pungkasnya.
(maf)