Sutan keukeuh tak hina Gus Dur
Selasa, 27 November 2012 - 16:16 WIB
Sutan keukeuh tak hina Gus Dur
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat (PD) Sutan Bhatoegana membantah telah menghina mantan Presiden ke 4 KH Abdurahman Wahid alias Gus Dur.
"Enggak ada itu, enggak ada sama sekali. Dan itu saya bantah," tegasnya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (27/11/2012).
Supaya clear, sambung Sutan, semua bisa melihat rekaman dialog pada hari Rabu 21 November 2012 lalu di DPD RI.
Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi VII DPR ini menerangkan, pihaknya hanya menanggapi pernyataan Adhie Massardi yang mendiskreditkan pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Pasalnya, dia menuding SBY yang juga Ketua Dewan Pembina PD dinilai melindungi koruptor, mafia narkoba dan pembubaran migas.
"Saya bilang itu kan UU (undang-undang). Itu produk yang lalu, itu tidak boleh dibongkar-bongkar, ajaran Pak SBY kepada kami (kader PD) untuk menghormati para pendahulu, termasuk Gus Dur," ujarnya.
Lebih jauh Sutan mengatakan, Adhie Masardi terus memojokkan SBY, sampai mengeluarkan statemen SBY menjual Liquit Natural Gas (LNG) Tangguh untuk mendapatkan pedang kehormatan dari Inggris.
"Saya katakan pemerintah yang lalu juga banyak salahnya. Beliau katakan Gus Dur bersih. Kalau gitu kenapa dia diturunkan di tengah jalan? Itu saja yang saya bilang," katanya.
Setelah dialog di DPD, imbuh Sutan dua hari kemudian mantan Juru bicara (Jubir) Gus Dur tersebut memberikan pernyataan dirinya menghina Gus Dur.
"Adhie Massardi yang harusnya bertanggung jawab kalau saya menghina Gus Dur," pungkasnya.
"Enggak ada itu, enggak ada sama sekali. Dan itu saya bantah," tegasnya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (27/11/2012).
Supaya clear, sambung Sutan, semua bisa melihat rekaman dialog pada hari Rabu 21 November 2012 lalu di DPD RI.
Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi VII DPR ini menerangkan, pihaknya hanya menanggapi pernyataan Adhie Massardi yang mendiskreditkan pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Pasalnya, dia menuding SBY yang juga Ketua Dewan Pembina PD dinilai melindungi koruptor, mafia narkoba dan pembubaran migas.
"Saya bilang itu kan UU (undang-undang). Itu produk yang lalu, itu tidak boleh dibongkar-bongkar, ajaran Pak SBY kepada kami (kader PD) untuk menghormati para pendahulu, termasuk Gus Dur," ujarnya.
Lebih jauh Sutan mengatakan, Adhie Masardi terus memojokkan SBY, sampai mengeluarkan statemen SBY menjual Liquit Natural Gas (LNG) Tangguh untuk mendapatkan pedang kehormatan dari Inggris.
"Saya katakan pemerintah yang lalu juga banyak salahnya. Beliau katakan Gus Dur bersih. Kalau gitu kenapa dia diturunkan di tengah jalan? Itu saja yang saya bilang," katanya.
Setelah dialog di DPD, imbuh Sutan dua hari kemudian mantan Juru bicara (Jubir) Gus Dur tersebut memberikan pernyataan dirinya menghina Gus Dur.
"Adhie Massardi yang harusnya bertanggung jawab kalau saya menghina Gus Dur," pungkasnya.
(mhd)