Kemendibud diimbau perbanyak lokasi uji Publik

Jum'at, 16 November 2012 - 01:01 WIB
Kemendibud diimbau perbanyak...
Kemendibud diimbau perbanyak lokasi uji Publik
A A A
Sindonews.com - Partisipasi masyarakat dalam revisi kurikulum melalui uji public yang dilakukan pemerintah diharapkan dapat dilaksanakan secara merata di seluruh pelosok tanah air. Dengan demikian, kurikulum baru nanti dapat diimplementasikan ke seluruh daerah di Indonesia.

Pengamat Pendidikan UPI Bandung Said Hamid Hasan mengatakan, semakin banyak lokasi uji publik akan semakin baik karena tidak semua mutu pendidikan di tanah air sama.

"Sebab, delapan standar minimum pendidikan yang diamanatkan dalam undang-undang seperti guru, kualitas kelulusan maupun sarana prasarana tidak sama antar daerah," ujar Said saat dihubungi, Kamis (15/11/2012).

Oleh karena itu dalam uji publik ini masyarakat yang diundang harus menyampaikan aspirasinya sehingga bentuk kurikulum nanti dapat berlaku secara nasional dengan baik.

Said menambahkan, masyarakat tidak perlu takut untuk memberikan pandangannya karena revisi kurikulum yang dibuat pemerintah itu sendiri bermaksud untuk melayani kepentingan masyarakat. Jika masyarakat tidak setuju terhadap salah satu elemen baru kurikulum, maka harus didasari alasan kuat yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Dalam uji publik akan ada dua kesimpulan. Pertama pendapat masyarakat salah sedangkan pemerintah benar maka pemerintah berhak menentukan sendiri apa yang baik dalam kurikulum ini. Kedua jika pandangan masyarakat benar sedangkan pemerintah salah maka pemerintah harus menyamakan persepsi dengan masyarakat,” jelasnya.

Said mengungkapkan, penambahan jam pelajaran perlu dikritisi karena penambahan jam ini memang tidak dapat dihindari lagi pada kurikulum baru. Dia menjelaskan, di kurikulum lama penambahan jam belajar tidak dapat dilakukan karena banyak sekolah yang masuk siang dan pagi.

Di kota besar sudah banyak yang memperpanjang jam belajar namun nantinya pemerintah harus menghitung dengan cermat akan penambahan jam belajar ini dan juga dampak seperti hak makan siang siswa.

Dihubungi terpisah, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar mengatakan, kementeriannya juga akan menyumbangkan usulan akan kurikulum baru tersebut di jenjang sekolah kejuruan.

Dia mengungkapkan, adanya pasar tunggal Asean pada 2015 nanti menuntut adanya tenaga kerja yang mempunyai skill keahlian yang setara dengan Negara Asean dan juga global. Oleh karena itu pihaknya akan memberikan usulan ke Kemendikbud atas kurikulum sekolah kejuruan yang standarnya mengikuti standar Asean dan bukan regional.

“Kami akan ajukan ke Kemendikbud bagaimana kurikulum di sekolah kejuruan itu bisa link and match dengan dunia industri,” katanya usai meninjau ASEAN Skill Competition (ASC).
(lns)
Berita Terkait
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Meningkatkan Literasi...
Meningkatkan Literasi di Dunia Pendidikan
OREO Berbagi Seru Hadirkan...
OREO Berbagi Seru Hadirkan Pembelajaran Berbasis Bermain untuk Siswa Purworejo
Tingkatkan Mutu Perguruan...
Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi, DPD Perkindo DKI Jakarta Gandeng 3 Universitas
Berita Terkini
MAKI Sebut Pelimpahan...
MAKI Sebut Pelimpahan Penanganan Perkara Febrie Ardiansyah Tabrak KUHAP Baru
Lantik Pengurus Golkar...
Lantik Pengurus Golkar Aceh, Bahlil Instruksikan Konsolidasi dan Tambah Kursi Legislatif
Belum Ditahan, di Mana...
Belum Ditahan, di Mana Febrie Adriansyah usai Jadi Tersangka Korupsi?
ASN Diizinkan Antar...
ASN Diizinkan Antar Anak di Hari Pertama Sekolah, Menteri PANRB: Tak Boleh Mengurangi Kualitas Pelayanan Publik
30 Pati TNI AU Naik...
30 Pati TNI AU Naik Pangkat, Danlanud Sultan Hasanuddin Pecah Bintang
Kejagung Janji Profesional...
Kejagung Janji Profesional Usut Kasus Dugaan Korupsi Febrie Adriansyah
Infografis
Kejaksaan, Institusi...
Kejaksaan, Institusi Penegak Hukum Paling Dipercaya Publik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved