Pengawasan antar kepolisian di Malaysia lemah

Selasa, 13 November 2012 - 20:57 WIB
Pengawasan antar kepolisian...
Pengawasan antar kepolisian di Malaysia lemah
A A A
Sindonews.com - Lemahnya pengawasan terhadap antara anggota kepolisian di Malaysia, diduga penyebab meningkatnya kasus perkosaan yang dialami Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

Hal tersebut dikatakan Staf Divisi Pemantauan Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) Putri Kanesia.

"Terkait perkosaan yang dilakukan aparat kepolisian, ini menunjukkan tidak adanya mekanisme pengawasan terhadap aparat kepolisian. Sehingga aparat polisi dapat melakukan tindakan sewenang-wenang," kata Putri Kanesia, melalui pesan singkatnya kepada Sindonews, Selasa (13/11/2012) malam.

Putri menambahkan, pemerintah Malaysia harus menindak tegas pelaku perkosaan tersebut. Jangan karena pelaku berasal dari Malaysia, lalu pemerintah setempat terkesan membiarkan.

"Pelaku pemerkosaan harus ditindak tegas. Meski pelaku adalah polisi Malaysia tetapi pemerintah Malaysia harus tetap memprosesnya. Apalagi dilakukan oleh aparat kepolisian Malaysia, yang harusnya menjadi tempat perlindungan setiap orang," tandasnya.

Seperti diketahui, tiga aparat polisi Diraja Malaysia melakukan pemerkosaan terhadap seorang TKI asal Batang, Jawa Tengah. Peristiwa pemerkosaan itu dilakukan di kantor kepolisian Bukit Mertajam, Pulau Penang, Malaysia, pada Jumat 9 November 2012, pagi.

Ketiga polisi Diraja Malaysia tersebut adalah Nik Sin Mat Lazin (33) dengan masa tugas selama 13 tahun, Syahiran Ramli (21) dengan masa tugas setahun satu bulan, dan Remy Anak Dana (25) yang melalui masa tugasnya 1 tahun 2 bulan.

Selain itu, TKI asal Aceh juga mengalami pemerkosaan oleh majikannya. Saat ini, pelaku diketahui melarikan diri. Pihak kepolisian Malaysia mengaku tengah melakukan pengejaran kepada pelaku pemerkosaan tersebut.
(maf)
Berita Terkait
Dikejar Polisi, Tekong...
Dikejar Polisi, Tekong Penyelundup 31 TKI Ilegal ke Malaysia Lompat ke Sungai
TKI Sumarkinah Korban...
TKI Sumarkinah Korban Penganiayaan di Saudi Sudah Dievakuasi dari Rumah Majikan
BP2MI Apresiasi Polda...
BP2MI Apresiasi Polda Jatim Bongkar Sindikat TKI Ilegal
TNI AL Amankan 124 Pekerja...
TNI AL Amankan 124 Pekerja Migran Ilegal di Labuhanbatu Utara
Jual TKI Jadi Budak...
Jual TKI Jadi Budak Kapal Ikan China, 7 Orang Dibekuk Polda Kepri
Tiba di Batubara, 122...
Tiba di Batubara, 122 TKI Langsung Dikarantina
Berita Terkini
Hormati Putusan MK,...
Hormati Putusan MK, Komdigi Siap Kaji Aturan Kuota Internet
Kasus Korupsi MBG, Kejagung...
Kasus Korupsi MBG, Kejagung Buka Kemungkinan Periksa Nanik S Deyang
Penipuan Kursus Bahasa...
Penipuan Kursus Bahasa Arab dengan Bonus Umrah Dilaporkan ke Bareskrim, Korban Rugi Ratusan Juta
Apresiasi Kejagung Tegas...
Apresiasi Kejagung Tegas Panggil Eks Jampidsus, Sahroni: Bukti Kejaksaan Tidak Main-main!
Program Magang Nasional,...
Program Magang Nasional, Strategi Pemerintah Tekan Angka Pengangguran
Febrie Adriansyah Hadir...
Febrie Adriansyah Hadir Diperiksa Kejagung, Kehadirannya Tak Tertangkap Awak Media
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved