Peran intelijen harus dioptimalkan
Senin, 12 November 2012 - 15:17 WIB
Peran intelijen harus dioptimalkan
A
A
A
Sindonews.com - Dalam menangani kasus pemerkosaan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang dilakukan oleh beberapa oknum anggota polisi Malaysia, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) perlu melakukan kerja sama dengan kepolisian Malaysia.
"Betul, Polri memang perlu bekerja sama dengan kepolisian Malaysia. Selain itu, KBRI (Kedutaan Besar RI) di Kuala Lumpur juga harus bekerja maksimal menangani kasus pemerkosaan ini," kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane saat dihubungi sindonews, Senin (12/11/2012).
Untuk dapat mengusut kasus itu, KBRI harus dapat memaksimalkan intelijen-nya untuk mencari informasi mengenai kasus tersebut.
"KBRI bisa memaksimalkan intelijennya untuk mencari informasi tentang kasus perkosaan tersebut. Informasi dari intelijen di KBRI itulah yang menjadi bahan bagi polri untuk mengungkapkan kasus ini bersama-sama kepolisian Malaysia," jelas Neta.
Di sisi lain, Polri juga perlu informasi yang cukup valid dari intelijen itu agar dapat mendesak kepolisian Malaysia untuk dapat menuntaskan kasus ini secara cepat.
"Sebab, jika polri tidak punya informasi yang cukup valid, dikhawatirkan kepolisian Malaysia akan bekerja lamban menuntaskan kasus ini," tukasnya.
"Betul, Polri memang perlu bekerja sama dengan kepolisian Malaysia. Selain itu, KBRI (Kedutaan Besar RI) di Kuala Lumpur juga harus bekerja maksimal menangani kasus pemerkosaan ini," kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane saat dihubungi sindonews, Senin (12/11/2012).
Untuk dapat mengusut kasus itu, KBRI harus dapat memaksimalkan intelijen-nya untuk mencari informasi mengenai kasus tersebut.
"KBRI bisa memaksimalkan intelijennya untuk mencari informasi tentang kasus perkosaan tersebut. Informasi dari intelijen di KBRI itulah yang menjadi bahan bagi polri untuk mengungkapkan kasus ini bersama-sama kepolisian Malaysia," jelas Neta.
Di sisi lain, Polri juga perlu informasi yang cukup valid dari intelijen itu agar dapat mendesak kepolisian Malaysia untuk dapat menuntaskan kasus ini secara cepat.
"Sebab, jika polri tidak punya informasi yang cukup valid, dikhawatirkan kepolisian Malaysia akan bekerja lamban menuntaskan kasus ini," tukasnya.
(mhd)