Potensi SDM Indonesia kurang terkelola
Kamis, 01 November 2012 - 00:09 WIB
Potensi SDM Indonesia kurang terkelola
A
A
A
Sindonews.com - Potensi sumber daya manusia (SDM) kebudayaan di Indonesia hingga saat ini masih kurang terkelola dengan baik, khususnya yang ada di tengah masyarakat.
"Kita baru punya data SDM Kebudayaan yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS), itu pun jumlahnya hanya 3.900 orang. Sedangkan SDM yang ada di masyarakat kita belum punya data," papar Kepala Pusat Pengembangan SDM Bidang Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Sabri Aliaman kepada wartawan, Rabu (31/10/2012).
Dia melanjutkan, 3.900 SDM kebudayaan yang terdata juga masih perlu ditingkatkan kompetensi. "Untuk itu kita sengaja selama tiga hari ini menggelar workshop penyusunan profil SDM Kebudayaan yang pesertanya berasal dari 40 Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Direktorat Jenderal (Dirjen) Kebudayaan," terangnya.
Pihaknya mengakui, Indonesia terlambat dalam menghimpun data SDM Kebudayaan dibanding negara-negara lain. "Seperti Jepang, SDM Kebudayaan, contohnya seorang seniman di sana sudah terdata dan memiliki nomor registrasi," jelasnya.
Dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan pendataan SDM kebudayaan yang ada di masyarakat, yang diperkirakan jumlahnya cukup banyak.
"Kalau kita perkirakan mungkin SDM Kebudayaan dalam guyonan kita angkanya itu seperti jumlah guru di Indonesia 2,9 juta. Nah SDM kebudayaan di balik angkanya mungkin 9,2 juta," ujarnya.
Tahun ini pihaknya akan menyusun draft database SDM kebudayaan yang ada di tengah masyarakat. "Contohnya kita itu tidak tahu berapa orang yang ahli di bidang cagar budaya, seni, film, dan hal-hal terkait dengan kebudayaan," tandasnya.
Pihaknya berharap, nantinya Indonesia memiliki data yang akurat terkait SDM Kebudayaan. "Dalam penyusunan ini kita akan melibatkan sejumlah instansi yang berkait langsung dengan statistik dan data-data SDM. Pola dasarnya saat ini sedang dikembangkan oleh para ahli," katanya.
Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal (Dirjen) Kebudayaan Gatot Gahutama mengatakan, dalam workshop penyusunan data profil SDM Kebudayaan ini nantinya akan dijadikan acuan dalam mengambil kebijakan.
"Ini juga akan menjawab mengenai pelestarian pengembangan kebudayaan kita. Ini juga akan menunjang pendidikan karakter," jelasnya.
Menurutnya, jika nanti Kemendikbud memiliki data lengkap yang berkaitan dengan SDM kebudaya, maka nantinya masyarakat akan mudah mengetahui nama-nama budayawan, seniman, sineas, dan banyak lagi jenisnya.
"Saat ini dari 3.900 SDM Kebudayaan yang berstatus PNS itu, kita hanya mengetahui latar belakang pendidikannya," tandasnya.
Setelah diketahui data dan keberadaannya, Kemendikbud berencana untuk memberdayakan mereka sebagai trainer, narasumber.
"Kita baru punya data SDM Kebudayaan yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS), itu pun jumlahnya hanya 3.900 orang. Sedangkan SDM yang ada di masyarakat kita belum punya data," papar Kepala Pusat Pengembangan SDM Bidang Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Sabri Aliaman kepada wartawan, Rabu (31/10/2012).
Dia melanjutkan, 3.900 SDM kebudayaan yang terdata juga masih perlu ditingkatkan kompetensi. "Untuk itu kita sengaja selama tiga hari ini menggelar workshop penyusunan profil SDM Kebudayaan yang pesertanya berasal dari 40 Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Direktorat Jenderal (Dirjen) Kebudayaan," terangnya.
Pihaknya mengakui, Indonesia terlambat dalam menghimpun data SDM Kebudayaan dibanding negara-negara lain. "Seperti Jepang, SDM Kebudayaan, contohnya seorang seniman di sana sudah terdata dan memiliki nomor registrasi," jelasnya.
Dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan pendataan SDM kebudayaan yang ada di masyarakat, yang diperkirakan jumlahnya cukup banyak.
"Kalau kita perkirakan mungkin SDM Kebudayaan dalam guyonan kita angkanya itu seperti jumlah guru di Indonesia 2,9 juta. Nah SDM kebudayaan di balik angkanya mungkin 9,2 juta," ujarnya.
Tahun ini pihaknya akan menyusun draft database SDM kebudayaan yang ada di tengah masyarakat. "Contohnya kita itu tidak tahu berapa orang yang ahli di bidang cagar budaya, seni, film, dan hal-hal terkait dengan kebudayaan," tandasnya.
Pihaknya berharap, nantinya Indonesia memiliki data yang akurat terkait SDM Kebudayaan. "Dalam penyusunan ini kita akan melibatkan sejumlah instansi yang berkait langsung dengan statistik dan data-data SDM. Pola dasarnya saat ini sedang dikembangkan oleh para ahli," katanya.
Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal (Dirjen) Kebudayaan Gatot Gahutama mengatakan, dalam workshop penyusunan data profil SDM Kebudayaan ini nantinya akan dijadikan acuan dalam mengambil kebijakan.
"Ini juga akan menjawab mengenai pelestarian pengembangan kebudayaan kita. Ini juga akan menunjang pendidikan karakter," jelasnya.
Menurutnya, jika nanti Kemendikbud memiliki data lengkap yang berkaitan dengan SDM kebudaya, maka nantinya masyarakat akan mudah mengetahui nama-nama budayawan, seniman, sineas, dan banyak lagi jenisnya.
"Saat ini dari 3.900 SDM Kebudayaan yang berstatus PNS itu, kita hanya mengetahui latar belakang pendidikannya," tandasnya.
Setelah diketahui data dan keberadaannya, Kemendikbud berencana untuk memberdayakan mereka sebagai trainer, narasumber.
(mhd)