Wiranto: Indonesia mengalami degradasi moral & akhlak
Selasa, 30 Oktober 2012 - 21:33 WIB
Wiranto: Indonesia mengalami degradasi moral & akhlak
A
A
A
Sindonews.com - Indonesia saat ini sedang mengalami degradasi moral dan akhlak, oleh karena itu harus ada gerakan baru yang sangat peduli pada negeri ini hingga ada kemauan agar tidak kalah dalam persaingan global.
Itu adalah sedikit petikan Pidato Ketua Umum Partai Hanura Wiranto saat membuka acara Rapat Kerja Nasional (rakernas) Gerakan Muda Nurani Rakyat (Gemura).
Oleh sebab itu, lanjut Wiranto, harus ada kemauan besar untuk memperbaiki degradasi moral dan akhlak yang melanda bangsa Indonesia, adalah dengan mengembalikan hati nurani ke dada setiap rakyat Indonesia.
"Oleh karenanya harus dilakukan langkah-langkah cerdas untuk mengembalikan hati nurani kembali pada bangsa Indonesia, sebab hati nurani merupakan kompas kebenaran, jika kita melakukannya, percayalah kita telah berjalan pada koridor yang benar," kata Wiranto dalam rilis yang diterima Sindonews, Selasa (30/10/2012).
Menurutnya, saat ini negara Indonesia sudah memasuki kompetisi global yang sangat luar biasa, mungkin Indonesia hebat saat berbicara keunggulan komperatif. Namun, saat berbicara keunggulan kompetitif Indonesia ketinggalan.
Itu adalah sedikit petikan Pidato Ketua Umum Partai Hanura Wiranto saat membuka acara Rapat Kerja Nasional (rakernas) Gerakan Muda Nurani Rakyat (Gemura).
Oleh sebab itu, lanjut Wiranto, harus ada kemauan besar untuk memperbaiki degradasi moral dan akhlak yang melanda bangsa Indonesia, adalah dengan mengembalikan hati nurani ke dada setiap rakyat Indonesia.
"Oleh karenanya harus dilakukan langkah-langkah cerdas untuk mengembalikan hati nurani kembali pada bangsa Indonesia, sebab hati nurani merupakan kompas kebenaran, jika kita melakukannya, percayalah kita telah berjalan pada koridor yang benar," kata Wiranto dalam rilis yang diterima Sindonews, Selasa (30/10/2012).
Menurutnya, saat ini negara Indonesia sudah memasuki kompetisi global yang sangat luar biasa, mungkin Indonesia hebat saat berbicara keunggulan komperatif. Namun, saat berbicara keunggulan kompetitif Indonesia ketinggalan.
(mhd)