Psikologi anak didik Hasmi terganggu
Minggu, 28 Oktober 2012 - 13:26 WIB
Psikologi anak didik Hasmi terganggu
A
A
A
Sindonews.com - Harakah Sunny untuk Masyarakat Indonesia (Hasmi) membantah aktivitasnya dituding berkaitan dengan aksi terorisme, seperti yang disangkakan oleh Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 antiteror Mabes Polri.
"Kami membantah dengan tegas tuduhan keterlibatan kami dengan teroris," kata Hubungan Masyarakat (Humas) Hasmi Saifuddin saat dihubungi sindonews, Minggu (28/10/2012).
Dia mengungkapkan, secara psikologis simpatisan, anggota dan pendukung Hasmi akan merasa terpukul dengan kabar yang belum tentu benar adanya.
"Mereka dari simpatisan, anggota dan pendukung terus menelpon dan menanyakan, bagaimana Hasmi bisa dikaitkan dengan teroris. Ini sangat mengganggu," Katanya.
Saat disinggung soal kondisi anak-anak didiknya, dia mengatakan, karena masih libur, suasana sepi jadi belum terlihat kondisi psikis mereka. Organisasi yang berkecimbung di bidang pendidikan ini akan memantau psikis anak didiknya.
"Hari ini masih libur jadi kondisi psikis anak-anak belum bisa kita lijat tetapi pastinya berita ini akan mengganggu psikologi mereka," ujarnya.
Seperti diketahui Tim Densus 88 menangkap ke-10 terduga teroris Hasmi tersebut di masing-masing lokasi yang berbeda. Dua orang di Madiun, Jawa Timur, tiga orang di Solo, Jawa Tengah, tiga orang di Jakarta, dan dua di Leuwiliang, Bogor, Jawa Barat.
Sebelumnya juga, Pengamat Terorisme Mardigu mengatakan, ke-10 terduga teroris Hasmi tersebut disinyalir merupakan jaringan baru yang berencana melakukan aksi peledakan.
"Kelompok ini saya duga terbentuk dari pecahan Negara Islam Indonesia (NII) dan sempalan-sempalan lainnya" ujarnya.
"Kami membantah dengan tegas tuduhan keterlibatan kami dengan teroris," kata Hubungan Masyarakat (Humas) Hasmi Saifuddin saat dihubungi sindonews, Minggu (28/10/2012).
Dia mengungkapkan, secara psikologis simpatisan, anggota dan pendukung Hasmi akan merasa terpukul dengan kabar yang belum tentu benar adanya.
"Mereka dari simpatisan, anggota dan pendukung terus menelpon dan menanyakan, bagaimana Hasmi bisa dikaitkan dengan teroris. Ini sangat mengganggu," Katanya.
Saat disinggung soal kondisi anak-anak didiknya, dia mengatakan, karena masih libur, suasana sepi jadi belum terlihat kondisi psikis mereka. Organisasi yang berkecimbung di bidang pendidikan ini akan memantau psikis anak didiknya.
"Hari ini masih libur jadi kondisi psikis anak-anak belum bisa kita lijat tetapi pastinya berita ini akan mengganggu psikologi mereka," ujarnya.
Seperti diketahui Tim Densus 88 menangkap ke-10 terduga teroris Hasmi tersebut di masing-masing lokasi yang berbeda. Dua orang di Madiun, Jawa Timur, tiga orang di Solo, Jawa Tengah, tiga orang di Jakarta, dan dua di Leuwiliang, Bogor, Jawa Barat.
Sebelumnya juga, Pengamat Terorisme Mardigu mengatakan, ke-10 terduga teroris Hasmi tersebut disinyalir merupakan jaringan baru yang berencana melakukan aksi peledakan.
"Kelompok ini saya duga terbentuk dari pecahan Negara Islam Indonesia (NII) dan sempalan-sempalan lainnya" ujarnya.
(mhd)