Dituduh teroris, besok Hasmi sambangi Mabes Polri
Minggu, 28 Oktober 2012 - 12:56 WIB
Dituduh teroris, besok Hasmi sambangi Mabes Polri
A
A
A
Sindonews.com - Tak terima organisasi mereka disebut sebagai teroris, rencananya besok Harakah Sunniyyah untuk Masyarakat Islami (Hasmi) akan mendatangai Markas Besar POlisi Republik Indonesia (Mabes Polri) di Jalan Trunojoyo.
Mereka menuntut pihak Mabes mengklarifikasi tuduhan tersebut sekaligus memberi keterangan terhadap tudingan miring kepada mereka.
Humas Hasmi Saifuddin mengungkapkan, rencananya, besok (Senin, 29 Oktober 2012) pukul 09.00 WIB, Hasmi akan bertolak dari Bogor menuju Mabes Polri.
"Besok, kami akan bertolak dari Bogor ke Mabes Polri meminta klarifikasi sekaligus memberi penjelasan pada publik soal tuduhan pada kami," ujar Saifuddin ketika dihubungi Sindonews, Minggu (28/10/2012).
Menurutnya, tuduhan terorisme yang dilayangkan Polri terhadap organisasinya terlalu dini. Karena sejumlah nama yang di tangkap di Jakarta, Bogor, Solo, dan Madiun, bukan merupakan anggota HASMI.
"HASMI sangat jauh dengan apa yang di tuduhkan pada kami sesuai penjelasan Mabes Polri. Nama-nama itu tidak kami kenal," tegasnya.
Kami, kata Saifuddin merupakan organisasi masyarakat resmi yang terdaftar di Kemdagri Dirjen Kesbangpol dengan No 01-00-00/0064/D.III.4/III/2012 yang didirikan sejak tahun 2005 yang berdomisili di Jalan Raya Cimanglid Gang Purnama RT 05/01 Sukamantri Tamansari Bogor.
Ia menambahkan akronim Hasmi yang disebutkan Mabes Polri (Harakah Sunniyyah untuk Masyarakat Indonesia) berbeda dengan Hasmi (Harakah Sunniyyah untuk Masyarakat Islami) versi mereka.
Mereka menuntut pihak Mabes mengklarifikasi tuduhan tersebut sekaligus memberi keterangan terhadap tudingan miring kepada mereka.
Humas Hasmi Saifuddin mengungkapkan, rencananya, besok (Senin, 29 Oktober 2012) pukul 09.00 WIB, Hasmi akan bertolak dari Bogor menuju Mabes Polri.
"Besok, kami akan bertolak dari Bogor ke Mabes Polri meminta klarifikasi sekaligus memberi penjelasan pada publik soal tuduhan pada kami," ujar Saifuddin ketika dihubungi Sindonews, Minggu (28/10/2012).
Menurutnya, tuduhan terorisme yang dilayangkan Polri terhadap organisasinya terlalu dini. Karena sejumlah nama yang di tangkap di Jakarta, Bogor, Solo, dan Madiun, bukan merupakan anggota HASMI.
"HASMI sangat jauh dengan apa yang di tuduhkan pada kami sesuai penjelasan Mabes Polri. Nama-nama itu tidak kami kenal," tegasnya.
Kami, kata Saifuddin merupakan organisasi masyarakat resmi yang terdaftar di Kemdagri Dirjen Kesbangpol dengan No 01-00-00/0064/D.III.4/III/2012 yang didirikan sejak tahun 2005 yang berdomisili di Jalan Raya Cimanglid Gang Purnama RT 05/01 Sukamantri Tamansari Bogor.
Ia menambahkan akronim Hasmi yang disebutkan Mabes Polri (Harakah Sunniyyah untuk Masyarakat Indonesia) berbeda dengan Hasmi (Harakah Sunniyyah untuk Masyarakat Islami) versi mereka.
(ysw)