Golkar cari cawapres dari Jawa
Sabtu, 20 Oktober 2012 - 15:15 WIB
Golkar cari cawapres dari Jawa
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie diminta untuk mencari calon wakil presiden yang berasal dari Jawa, untuk memuluskan langkahnya dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2014 mendatang.
Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso mengatakan, pihaknya belum akan menentukan siapa yang akan mendampingi pria yang akrab disapa Ical itu sebagai calon wakil presiden (cawapres) dari Partai Golkar. Namun, dirinya telah mengusulkan agar cawapres nantinya berasal dari Jawa.
"Rapimnas nanti dipastikan belum menentukan siapa pilihannya. Tapi saya menyarankan figur yang tepat adalah tokoh yang berasal dari Jawa. Ini untuk melengkapi figur Pak Ical yang berasal dari Sumatera," katanya di DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Sabtu (20/10/2012).
Meski enggan merinci nama yang telah masuk dalam bursa cawapres Partai Golkar, Priyo menegaskan jika pihaknya kini telah mempunyai sejumlah kandidat yang dianggap memiliki kemampuan untuk menjadi cawapres.
"Bisa nama-nama yang selama ini beredar. Bisa KSAD, kemudian boleh jadi nanti mungkin Ibu Ani, atau mungkin juga Sri Sultan Hamengku Buwono X, atau tokoh-tokoh lain yang mumpuni," ujarnya.
Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso mengatakan, pihaknya belum akan menentukan siapa yang akan mendampingi pria yang akrab disapa Ical itu sebagai calon wakil presiden (cawapres) dari Partai Golkar. Namun, dirinya telah mengusulkan agar cawapres nantinya berasal dari Jawa.
"Rapimnas nanti dipastikan belum menentukan siapa pilihannya. Tapi saya menyarankan figur yang tepat adalah tokoh yang berasal dari Jawa. Ini untuk melengkapi figur Pak Ical yang berasal dari Sumatera," katanya di DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Sabtu (20/10/2012).
Meski enggan merinci nama yang telah masuk dalam bursa cawapres Partai Golkar, Priyo menegaskan jika pihaknya kini telah mempunyai sejumlah kandidat yang dianggap memiliki kemampuan untuk menjadi cawapres.
"Bisa nama-nama yang selama ini beredar. Bisa KSAD, kemudian boleh jadi nanti mungkin Ibu Ani, atau mungkin juga Sri Sultan Hamengku Buwono X, atau tokoh-tokoh lain yang mumpuni," ujarnya.
(lil)