Pemerintah bakal angkat 47.622 tenaga honorer
Kamis, 18 Oktober 2012 - 16:52 WIB
Pemerintah bakal angkat 47.622 tenaga honorer
A
A
A
Sindonews.com - Setelah melalui seleksi ketat, pemerintah akan segera mengangkat 47.622 tenaga honorer Kategori 1 (K1) pada tahun ini.
Deputi Informasi Kepegawaian Badan Kepegawaian Negara (BKN) Yulina Setiawati mengatakan, berdasarkan rekapitulasi tenaga honorer K1, di 38 instansi pemerintah pusat ada 21.494 orang yang sudah memenuhi ketentuan. Sementara di 485 instansi daerah ada 49.973 orang.
Rekapitulasi berdasarkan hasil verifikasi dan validasi sampai 15 Oktober 2012 kemarin.
Kepada tenaga honorer ini BKN akan mengajukan permintaan penetapan formasi ke Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan dan RB).
Permintaan akan diajukan setelah ada penandatanganan bersama antara BKN dan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
"Kami akan memeriksa dan jika sudah memenuhi syarat maka NIP akan ditentukan bagi CPNS yang bersangkutan," katanya di Jakarta, Kamis (18/10/2012).
Sedangkan sisa K1 yang belum final saat ini, masih dalam proses Quality Assurance (QA) dan audit untuk tujuan tertentu (ATT) di 32 daerah, mencapai 71.467 orang.
Jika dirinci maka tenaga pendidik ada 16.062 orang, kesehatan sebanyak 1.903 orang, penyuluh sejumlah 1.118 orang, dan tenaga teknis mencapai 52.384 orang. BKN dan BPKP juga akan melakukan verifikasi ulang ke tujuh daerah.
Keseluruhan pendataan proses QA ini diperkirakan selesai pada akhir Oktober. Hal ini sesuai dengan amanat Peraturan Pemerintah No 56/2012 bahwa tenaga honorer K1 akan diselesaikan pada tahun ini.
Yulina menambahkan, sebelum diumumkan pihaknya akan melakukan uji publik ke masyarakat umum. "Jika ada yang mengajukan keberatan, datanya dapat berubah," terangnya.
Pihaknya juga akan memeriksa masa kerja dan pembiayaan gaji mereka. Apakah tenaga honorer ini digaji dengan APBN atau APBD yang dapat dibuktikan dengan Daftar Alokasi Sementara (DAS).
Dia menjamin, pendataan akan selesai tahun ini karena jumlah yang diverifikasi dan validasi tinggal sedikit.
Deputi Informasi Kepegawaian Badan Kepegawaian Negara (BKN) Yulina Setiawati mengatakan, berdasarkan rekapitulasi tenaga honorer K1, di 38 instansi pemerintah pusat ada 21.494 orang yang sudah memenuhi ketentuan. Sementara di 485 instansi daerah ada 49.973 orang.
Rekapitulasi berdasarkan hasil verifikasi dan validasi sampai 15 Oktober 2012 kemarin.
Kepada tenaga honorer ini BKN akan mengajukan permintaan penetapan formasi ke Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan dan RB).
Permintaan akan diajukan setelah ada penandatanganan bersama antara BKN dan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
"Kami akan memeriksa dan jika sudah memenuhi syarat maka NIP akan ditentukan bagi CPNS yang bersangkutan," katanya di Jakarta, Kamis (18/10/2012).
Sedangkan sisa K1 yang belum final saat ini, masih dalam proses Quality Assurance (QA) dan audit untuk tujuan tertentu (ATT) di 32 daerah, mencapai 71.467 orang.
Jika dirinci maka tenaga pendidik ada 16.062 orang, kesehatan sebanyak 1.903 orang, penyuluh sejumlah 1.118 orang, dan tenaga teknis mencapai 52.384 orang. BKN dan BPKP juga akan melakukan verifikasi ulang ke tujuh daerah.
Keseluruhan pendataan proses QA ini diperkirakan selesai pada akhir Oktober. Hal ini sesuai dengan amanat Peraturan Pemerintah No 56/2012 bahwa tenaga honorer K1 akan diselesaikan pada tahun ini.
Yulina menambahkan, sebelum diumumkan pihaknya akan melakukan uji publik ke masyarakat umum. "Jika ada yang mengajukan keberatan, datanya dapat berubah," terangnya.
Pihaknya juga akan memeriksa masa kerja dan pembiayaan gaji mereka. Apakah tenaga honorer ini digaji dengan APBN atau APBD yang dapat dibuktikan dengan Daftar Alokasi Sementara (DAS).
Dia menjamin, pendataan akan selesai tahun ini karena jumlah yang diverifikasi dan validasi tinggal sedikit.
(ysw)