Dewan Pers: Itu pelanggaran berat kemerdekaan pers

Rabu, 17 Oktober 2012 - 12:20 WIB
Dewan Pers: Itu pelanggaran...
Dewan Pers: Itu pelanggaran berat kemerdekaan pers
A A A
Sindonews.com - Dewan Pers mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan oknum perwira TNI Angkatan Udara (AU) saat sejumlah wartawan meliput di lokasi peristiwa jatuhnya pesawat tempur jenis Hawk 200 di Pasir Putih, Pandau, Pekanbaru, Riau.

Anggota Dewan Pers Wina Armada mengatakan, wartawan yang datang ke lokasi tersebut bukan tanpa sebab. Insan pers itu datang karena kewajibannya sebagai pewarta, untuk melaporkan apa yang terjadi, kemudian disebarluaskan kepada publik.

"Wartawan itu datang ke lokasi bukan sekedar gagah-gagahan, melainkan tugas sesuai dengan Undang-undang Pers Nomor 40 tahun 1999. Di mana dalam UU Pers tersebut, jelas tertuang menjamin kemerdekaan pers mempunyai hak mencari, memperoleh, menyebarluaskan informasi kepada publik," kata Wina kepada Sindonews, di Jakarta, Rabu (17/10/2012).

Lebih lanjut ia katakan, tidak dibenarkan oknum TNI AU tersebut melakukan tindakan penganiayaan, bahkan sampai merampas alat kerja jurnalistik.

"Ini pelanggaran berat terhadap kemerdekaan pers, apalagi yang melakukan penganiayaan itu seorang perwira," tegasnya.

Menurutnya, sikap Dewan Pers saat ini siap memediasi pihak-pihak yang terlibat dalam insiden yang terjadi pada Selasa 16 Oktober 2012 pagi, sekira pukul 09.47 WIB itu.

"Dewan Pers menunggu sikap proaktif dari wartawan dan perusahaan pers tempat wartawan itu bekerja. Apakah ingin diselesaikan secara internal atau melalui Dewan Pers. Kita siap membantunya," tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pesawat tempur Hawk 200 milik TNI AU terjatuh di sekitar pemukiman warga RT 03/03, Dusun 03, Desa Pandau Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau.

Saat tengah melakukan peliputan, belasan wartawan dianiaya oleh anggota TNI AU yang tengah berjaga di lokasi jatuhnya pesawat. Di antara wartawan yang menjadi korban kekerasan adalah pewarta foto Riau Pos (Jawapos Grup) Didik Herwanto.

Tak hanya wartawan, warga di sekitar lokasi jatuhnya pesawat juga ikut menjadi korban kekerasan.

Didik mengaku dipukul, bahkan dicekik oleh oknum anggota TNI saat hendak mengambil gambar pesawat jatuh. Dia dipukul oleh Letkol Robert Simanjuntak yang merupakan anggota Lanud Roesmin Nurjadin, beserta beberapa orang anggota Yon 462 Paskhas.

Didik kemudian mengadukan tindak kekerasan yang dilakukan oleh anggota TNI ke Polisi Militer Angkatan Udara (POM AU) pada Kantor Satuan Polisi Militer Lanud Roesmin Nurjadin. Surat pengaduan tersebut ber-nomor POM-434/A/IDIK-01/X/2012/Rsn.
(maf)
Berita Terkait
Lokasi Pesawat Pakistan...
Lokasi Pesawat Pakistan Jatuh Mirip Medan Perang, 42 Jasad Ditemukan
Ini Penyebab Utama Kecelakaan...
Ini Penyebab Utama Kecelakaan Pesawat Air India
Sebelum Jatuh ke Tanah,...
Sebelum Jatuh ke Tanah, Pilot Pesawat TNI Nyangkut di Rumah Kosong
Detik-detik Evakuasi...
Detik-detik Evakuasi Jenazah Korban Pesawat Jatuh di BSD Serpong
Tunggu Investigasi,...
Tunggu Investigasi, Pesawat Tempur yang Jatuh Belum Dievakuasi
Supermodel Cantik Ini...
Supermodel Cantik Ini Jadi Korban Pesawat Jatuh di Pakistan
Berita Terkini
Menag Sebut Pesantren...
Menag Sebut Pesantren Sekolah Paling Aman Dunia dan Akhirat
Said Aqil Siradj: Kebangkitan...
Said Aqil Siradj: Kebangkitan Umat Harus Dimulai dari Penguatan Iman yang Hakiki
Dharma Pongrekun Tanggapi...
Dharma Pongrekun Tanggapi Kemenkes: Kalau Semua Sudah Konstitusional, Mengapa Masih Perlu Meyakinkan Publik?
PM Singapura Lawrence...
PM Singapura Lawrence Wong Bertemu Presiden Prabowo Besok, Ini yang Dibahas
IM57+ Desak KPK Usut...
IM57+ Desak KPK Usut Tuntas Amplop Bupati Kuansing untuk Menhut
Wamenkomdigi Sebut 3...
Wamenkomdigi Sebut 3 dari 5 Anak Palsukan Usia untuk Akses Medsos
Infografis
Penuh Tantangan, Beban...
Penuh Tantangan, Beban Kelas Menengah Kian Berat di 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved