DPR endus manipulasi data pegawai honorer

Selasa, 16 Oktober 2012 - 19:58 WIB
DPR endus manipulasi...
DPR endus manipulasi data pegawai honorer
A A A
Sindonews.com - Komisi II DPR mencium adanya kecurangan dalam pendataan pegawai honorer di sejumlah daerah. DPR menduga ada money politic dalam penerimaan tenaga honorer kategori 1.

Anggota Komisi II DPR Mestariyani Habie mengatakan, elemen masyarakat di Daerah Pemilihannya di Jeneponto pada 22 Maret lalu mengajukan keberatan akan pendataan tenaga honorer Kategori 1 (K1), karena ada nama tenaga honorer yang fiktif yang dimunculkan pada saat pendataan tenaga honorer 2010 lalu.

Setelah itu pada saat verifikasi dan validasi data juga ditemukan kejanggalan seperti masa kerja dan jabatan yang tidak sesuai.

"Kenapa tenaga honorer yang sudah bekerja puluhan tahun posisinya digeser dengan tenaga yang baru bekerja beberapa tahun," sesalnya, Selasa (16/10/2012).

Dia juga menduga ada permainan yang dilakukan aparat di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jeneponto yang tidak mengirim surat sanggahan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk membatalkan sementara data yang dianggap manipulatif itu.

Mengenai status Jeneponto yang masuk daftar hitam ke 18 Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan dan RB) dalam hal aparatur negara, semestinya dapat dicarikan solusinya oleh kementerian itu sendiri.

“Kementerian pun harus mengatasi aksi money politic yang mewarnai penerimaan tenaga honorer K1 tersebut,” katanya pada Rapat Dengar Pendapat RDP Komisi II DPR dengan Kemenpan dan RB, Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Lembaga Administrasi Negara (LAN).

Anggota Komisi II DPR Murat Nasir menilai aparatur di BKD banyak yang nakal, namun tidak ada penindakan kepada mereka.

Seperti contohnya di Sulawesi Tengah, gubernurnya sendiri mengecam apabila data tenaga honorer tidak diperbaiki maka surat pengangkatannya tidak akan ditandatangani.

Sementara, Anggota Komisi II DPR Agustina Basik mengungkapkan, ada 900 honorer K1 yang ikut tes namun hanya 15 saja yang lulus. Ironisnya yang lulus dan tercatat di BKN itu bukan honorer yang sudah mengabdi sekian tahun.

"Nama-nama siluman ini muncul pasti karena ada kongkalikong antara BKN dan BKD," duganya.
(ysw)
Berita Terkait
DPR dan Menpanrb Bahas...
DPR dan Menpanrb Bahas Rekrutmen CPNS Tahun 2021
Begini Suasana SKD CPNS...
Begini Suasana SKD CPNS di Kantor Pusat BKN
880 Peserta Ikuti Tes...
880 Peserta Ikuti Tes Seleksi Kompetensi Dasar CPNS di Jakarta
Seleksi CPNS 2024 Resmi...
Seleksi CPNS 2024 Resmi Dibuka, Ini yang Harus Diperhatikan
Mahasiswa Ditangkap,...
Mahasiswa Ditangkap, Jadi Joki Tes CPNS Kemenkumham di Makassar
7 Instansi dengan Persyaratan...
7 Instansi dengan Persyaratan Wajib Tes TOEFL di Seleksi CPNS 2024
Berita Terkini
30 Pati TNI AU Naik...
30 Pati TNI AU Naik Pangkat, Danlanud Sultan Hasanuddin Pecah Bintang
Kejagung Janji Profesional...
Kejagung Janji Profesional Usut Kasus Dugaan Korupsi Febrie Adriansyah
BMKG Prediksi Curah...
BMKG Prediksi Curah Hujan Tetap Rendah di Wilayah Indonesia pada Pertengahan Juli 2026
Prabowo Panggil Menhan,...
Prabowo Panggil Menhan, Kapolri, hingga Jaksa Agung di Istana Malam Ini, Ada Apa?
Kasus Febrie Adriansyah...
Kasus Febrie Adriansyah Dilimpahkan ke Kejagung, Pakar: Proses Hukum Harus Transparan
Polri Limpahkan Kasus...
Polri Limpahkan Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung, KPK: Kami Yakin Ditangani Profesional
Infografis
Riwayat Pendidikan Ahmad...
Riwayat Pendidikan Ahmad Sahroni, Anggota DPR yang Jadi Sorotan Publik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved