Teroris Solo anak buah Noordin
Senin, 24 September 2012 - 19:29 WIB
Teroris Solo anak buah Noordin
A
A
A
Sindonews.com - Mabes Polri menegaskan bahwa para teroris yang telah ditangkap di Solo beberapa waktu lalu ternyata juga merupakan jaringan teroris Noordin M Toop.
Menurut keterangan Kepala Biro penerangan masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar, dari pimpinan kelompok yang diketahui bernama Badri ternyata merupakan anak buah sekaligus pengikut dari Urwah, seorang pengikut Nurdin M Top.
Urwah tewas saat kontak senjata dalam penangkapan Nurdin M Top tahun 2009 yang lalu.
“Badri mahir dalam merakit bahan peledak. Ia juga ikut kegiatan pelatihan di Poso,“ kata Boy dalam keterangan persnya di Mabes Polri, Jakarta, Senin (24/9/2012).
Boy juga mengatakan, kelompok Badri diketahui mempunyai nama tersendiri. Kelompok mereka, diduga kuat terkait erat dengan organisasi gembong teroris internasional Osama Bin Laden, Al Qaeda.
"Mereka menyebut Al Qaeda Indonesia. Yang kita ketahui pimpinannya adalah Badri Hartono alias Toni," jelasnya.
Boy juga mengatakan, pihaknya masih terus melakukan pengejaran terhadap tersangka lainnya yang diduga merupakan rekan dari pimpinan teroris yakni, Badri.
"Kita masih mencari empat orang lainnya. Ini terus ditelusuri terkait aktivitas mereka. Peran belum bisa kita rilis tapi mereka yang tertangkap saling terkait," jelasnya.
Untuk diketahui, Tim Detasemen Khusus 88 Anti Teror Mabes Polri berhasil menangkap 10 tersangka pelaku terorisme, 9 ditangkap di Solo dan 1 di Kalimantan Barat. Dua di antara mereka, Andri (Kalbar) dan Fajar, 18 tahun, (bersama orang tuanya) sudah dibawa ke Jakarta.
Menurut keterangan Kepala Biro penerangan masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar, dari pimpinan kelompok yang diketahui bernama Badri ternyata merupakan anak buah sekaligus pengikut dari Urwah, seorang pengikut Nurdin M Top.
Urwah tewas saat kontak senjata dalam penangkapan Nurdin M Top tahun 2009 yang lalu.
“Badri mahir dalam merakit bahan peledak. Ia juga ikut kegiatan pelatihan di Poso,“ kata Boy dalam keterangan persnya di Mabes Polri, Jakarta, Senin (24/9/2012).
Boy juga mengatakan, kelompok Badri diketahui mempunyai nama tersendiri. Kelompok mereka, diduga kuat terkait erat dengan organisasi gembong teroris internasional Osama Bin Laden, Al Qaeda.
"Mereka menyebut Al Qaeda Indonesia. Yang kita ketahui pimpinannya adalah Badri Hartono alias Toni," jelasnya.
Boy juga mengatakan, pihaknya masih terus melakukan pengejaran terhadap tersangka lainnya yang diduga merupakan rekan dari pimpinan teroris yakni, Badri.
"Kita masih mencari empat orang lainnya. Ini terus ditelusuri terkait aktivitas mereka. Peran belum bisa kita rilis tapi mereka yang tertangkap saling terkait," jelasnya.
Untuk diketahui, Tim Detasemen Khusus 88 Anti Teror Mabes Polri berhasil menangkap 10 tersangka pelaku terorisme, 9 ditangkap di Solo dan 1 di Kalimantan Barat. Dua di antara mereka, Andri (Kalbar) dan Fajar, 18 tahun, (bersama orang tuanya) sudah dibawa ke Jakarta.
(ysw)