Guru protes soal tambahan jam sekolah

Kamis, 20 September 2012 - 18:44 WIB
Guru protes soal tambahan...
Guru protes soal tambahan jam sekolah
A A A
Sindonews.com - Guru menentang wacana pemerintah yang menginginkan penambahan jam sekolah. Pasalnya, kebijakan tersebut dinilai hanya akan menambah beban jam kerja guru, dan mengorbankan hak anak.

Sekretaris Jenderal Persatuan Guru Swasta Seluruh Indonesia (PGSI) Suparman mengatakan, pihaknya menyesalkan langkah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang akan menambah jam sekolah dengan alasan yang dangkal. Apalagi, wacana tersebut hanya terkesan menjadikan anak dan guru sebagai kelinci percobaan untuk menyelesaikan persoalan di luar pendidikan.

"Ajak kami para guru untuk mendiskusikan mengenai hal ini. Jangan membebani kami dengan wacana baru, tanpa pemerintah sedikit pun mengerti ujung pangkal masalah yang dihadapi,' katanya saat dihubungi di Jakarta, Kamis (20/9/2012).

Dia mengungkapkan, pemerintah seharusnya melakukan riset yang mendalam untuk mengetahui dampak dari kebijakan menambah jam sekolah. Sebab, ada beberapa anak yang masih harus membantu orangtuanya di rumah selepas sekolah.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Retno Listiyarti menilai, rencana pemerintah tersebut sangat keliru, karena justru akan membuat siswa semakin tertekan.

"Harusnya dikurangi, bukan ditambah. Misalnya anak SD (Sekolah Dasar), mereka kan belum begitu perlu belajar teknologi informasi," ungkapnya.

Menurutnya, setiap siswa harus lebih banyak diberi waktu untuk mengembangkan kompetensi sosial, seperti kemampuan berorganisasi untuk mendorong siswa berlatih berbicara, dan menumbuhkan jiwa kepemimpinan.

Diberitakan sebelumnya, Kemendikbud pada tahun ajaran 2013-2014 akan memprogramkan tambahan jam sekolah. Pemerintah beralasan dunia di luar lingkungan sekolah sudah sedemikian kacau, sehingga akan berdampak buruk jika siswa terpapar lama di luar sekolah.

Pemerintah saat ini akan menggodok materi pembelajaran apa yang cocok diterapkan di tambahan jam sekolah tersebut. Pihak legislatif, dan pakar psikologi berpendapat wacana tersebut perlu materi ajar, dan kualitas guru yang mumpuni.
(lil)
Berita Terkait
Hari Kelima Perubahan...
Hari Kelima Perubahan Jam Sekolah, Masih Banyak Siswa SMA yang Terlambat
Legislator DKI: Kembalikan...
Legislator DKI: Kembalikan Anak ke Sekolah, Jangan Melulu Urusan Ekonomi
Selama Ramadhan, Durasi...
Selama Ramadhan, Durasi Sekolah PTM 100% di DKI Jakarta Maksimal 6 Jam
Dishub DKI Uji Publik...
Dishub DKI Uji Publik Pengaturan Jam Kerja Perkantoran Pekan Ini
Jam Belajar Mulai Jam...
Jam Belajar Mulai Jam 5 Pagi Tuai Polemik, Gubernur NTT: Latih Kedisiplinan Siswa
SDN 01 Pondok Bambu...
SDN 01 Pondok Bambu Hangus Terbakar, Murid Bakal Ditampung Sekolah Lain
Berita Terkini
Kejagung Janji Profesional...
Kejagung Janji Profesional Usut Kasus Dugaan Korupsi Febrie Adriansyah
BMKG Prediksi Curah...
BMKG Prediksi Curah Hujan Tetap Rendah di Wilayah Indonesia pada Pertengahan Juli 2026
Prabowo Panggil Menhan,...
Prabowo Panggil Menhan, Kapolri, hingga Jaksa Agung di Istana Malam Ini, Ada Apa?
Kasus Febrie Adriansyah...
Kasus Febrie Adriansyah Dilimpahkan ke Kejagung, Pakar: Proses Hukum Harus Transparan
Polri Limpahkan Kasus...
Polri Limpahkan Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung, KPK: Kami Yakin Ditangani Profesional
Pukat UGM: Pelimpahan...
Pukat UGM: Pelimpahan Perkara Febrie ke Kejagung Tak Miliki Dasar Hukum
Infografis
5 Fakta Jeffrey Epstein:...
5 Fakta Jeffrey Epstein: dari Guru Tanpa Ijazah hingga Dugaan Agen Mossad
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved