Wakil Ketua Komisi VIII DPR diperiksa KPK
Kamis, 13 September 2012 - 10:45 WIB
Wakil Ketua Komisi VIII DPR diperiksa KPK
A
A
A
Sindonews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menjadwalkan pemeriksaan terhadap Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Chairunnisa terkait dugaan suap pembahasan anggaran untuk pengadaan Alquran di Kementrian Agama (Kemenag).
Kepala Bagian Pemberitaan KPK Priharsa Nugraha mengatakan, Chairunnisa dipanggil dalam kapasitas sebagai saksi untuk tersangka Zulkarnaen Djabar (ZD).
Chairunnisa dianggap mengetahui karena ikut terlibat dalam pembahasan anggaran untuk proyak tersebut.
"Ibu Chairunnisa merupakan salah satu saksi yang akan dimintai keterangan, masih ada lima saksi lainnya, sebagian dari pegawai di Kemenag," jelasnya di KPK Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Kamis (13/9/2012).
Lima saksi itu antara lain Bagus Natanegara, Affandi Mochtar, Undang Sumantri, H. Mashuri, dan Syamsuddin.
Menurut Priharsa KPK terus berupaya mengusut tuntas kasus pengadaan Alquran yang menyeret ZD dan putranya Dendy Prasetya.
Sebelumnya, Rabu 12 September 2012 pukul 09.00 WIB, petugas KPK juga melakukan penggeledahan di kantor PT Bogor Nirwana Resident, milik Atang Winarna masih kerabat ZD.
Kepala Bagian Pemberitaan KPK Priharsa Nugraha mengatakan, Chairunnisa dipanggil dalam kapasitas sebagai saksi untuk tersangka Zulkarnaen Djabar (ZD).
Chairunnisa dianggap mengetahui karena ikut terlibat dalam pembahasan anggaran untuk proyak tersebut.
"Ibu Chairunnisa merupakan salah satu saksi yang akan dimintai keterangan, masih ada lima saksi lainnya, sebagian dari pegawai di Kemenag," jelasnya di KPK Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Kamis (13/9/2012).
Lima saksi itu antara lain Bagus Natanegara, Affandi Mochtar, Undang Sumantri, H. Mashuri, dan Syamsuddin.
Menurut Priharsa KPK terus berupaya mengusut tuntas kasus pengadaan Alquran yang menyeret ZD dan putranya Dendy Prasetya.
Sebelumnya, Rabu 12 September 2012 pukul 09.00 WIB, petugas KPK juga melakukan penggeledahan di kantor PT Bogor Nirwana Resident, milik Atang Winarna masih kerabat ZD.
(lns)