KPK kembali panggil Mirwan Amir
Selasa, 11 September 2012 - 08:45 WIB
KPK kembali panggil Mirwan Amir
A
A
A
Sindonews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), hari ini akan memanggil mantan Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR Mirwan Amir, terkait kasus kasus proyek alokasi Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah (DPID).
"Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka FEF (Fadh El Fouz atau Fadh A Rafiq)," kata Juru Bicara KPK Johan Budi saat dikonfirmasi, Selasa (11/9/2012).
Sebelumnya, KPK pernah memanggil beberapa kali mantan Ketua Banggar dari Partai Demokrat Mirwan Amir, dan kader dari PKS Tamsil Linrung dalam kasus yang sama.
Seperti diketahui, Ketua Gerakan Muda Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (Gema MKGR) atau sayap Partai Golkar Fahd El-Fouz alias Fahd Rafiq yang juga tersangka pada kasus itu mengatakan, Mirwan yang mengurus lokasi yang ada di Aceh besar, sedangkan Tamsil Linrung di Pidie.
"Kalau untuk Aceh Besar dan Bener Meriah yang urus orang Demokrat Mirwan Amir. Kalau untuk Pidie Jaya yang urus PKS, Tamsil Linrung," kata Fahd kala itu.
Menurut Fadh, hal tersebut diketahui dari Kadis Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Bener Meriah, Armaida.
Sayangnya Fadh tak mengungkapkan secara rinci, sepak terjang politisi PKS dan Demokrat tersebut. Yang jelas, kata Fadh, saat dirinya menayakan lebih jauh soal daerah tersebut, pihak daerah tersebut justru memarahinya.
"Dia marah-marah," kata Fadh.
"Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka FEF (Fadh El Fouz atau Fadh A Rafiq)," kata Juru Bicara KPK Johan Budi saat dikonfirmasi, Selasa (11/9/2012).
Sebelumnya, KPK pernah memanggil beberapa kali mantan Ketua Banggar dari Partai Demokrat Mirwan Amir, dan kader dari PKS Tamsil Linrung dalam kasus yang sama.
Seperti diketahui, Ketua Gerakan Muda Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (Gema MKGR) atau sayap Partai Golkar Fahd El-Fouz alias Fahd Rafiq yang juga tersangka pada kasus itu mengatakan, Mirwan yang mengurus lokasi yang ada di Aceh besar, sedangkan Tamsil Linrung di Pidie.
"Kalau untuk Aceh Besar dan Bener Meriah yang urus orang Demokrat Mirwan Amir. Kalau untuk Pidie Jaya yang urus PKS, Tamsil Linrung," kata Fahd kala itu.
Menurut Fadh, hal tersebut diketahui dari Kadis Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Bener Meriah, Armaida.
Sayangnya Fadh tak mengungkapkan secara rinci, sepak terjang politisi PKS dan Demokrat tersebut. Yang jelas, kata Fadh, saat dirinya menayakan lebih jauh soal daerah tersebut, pihak daerah tersebut justru memarahinya.
"Dia marah-marah," kata Fadh.
(mhd)