Waspada, pelaku teroris pandai berkamuflase
Minggu, 09 September 2012 - 16:37 WIB
Waspada, pelaku teroris pandai berkamuflase
A
A
A
Sindonews.com - Peran masyarakat sangat penting dalam membantu aparat untuk ikut mengawasi lingkungan di sekitar dari ancaman teroris, karena para pelaku teroris terkenal pandai berkamuflase di tengah masyarakat.
"Teroris di tengah masyarakat, mereka pandai kamuflase. Contohnya, Rumah Yayasan Yatim Piatu. Peran masyarakat penting. Tetangga kiri kanan, apapun RT harus melaporkan hal-hal yang mencurigakan," kata Menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM (Menko Polhukam) Djoko Suyanto di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Minggu (9/9/2012).
Menyangkut bom yang meledak Sabtu 8 September 2012 lalu, di Beji, Depok, hingga kini belum diketahui motifnya, dan masih dalam pendalaman pihak kepolisian.
Namun, Djoko sendiri telah melaporkan peristiwa tersebut kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). "Motif masih didalami. Pelaku belum tertangkap. (Peristiwa tersebut) sudah dilaporkan sementara ke Presiden (SBY)," pungkas Djoko.
Sebelumnya, Sabtu 8 September 2012, sekira pukul 21.30 WIB malam lalu, telah terjadi ledakan bom rakitan di Yayasan Yatim Piatu Pondok Bidara di Jalan Nusantara nomor 63 RT04/RW013, Kelurahan Beji, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jawa Barat.
Pihak kepolisian sendiri telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Olah TKP dilakukan tim Disaster Victim Identification (DVI), serta Indonesian Automatic Fingerprint Identification System (Inafis).
"Teroris di tengah masyarakat, mereka pandai kamuflase. Contohnya, Rumah Yayasan Yatim Piatu. Peran masyarakat penting. Tetangga kiri kanan, apapun RT harus melaporkan hal-hal yang mencurigakan," kata Menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM (Menko Polhukam) Djoko Suyanto di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Minggu (9/9/2012).
Menyangkut bom yang meledak Sabtu 8 September 2012 lalu, di Beji, Depok, hingga kini belum diketahui motifnya, dan masih dalam pendalaman pihak kepolisian.
Namun, Djoko sendiri telah melaporkan peristiwa tersebut kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). "Motif masih didalami. Pelaku belum tertangkap. (Peristiwa tersebut) sudah dilaporkan sementara ke Presiden (SBY)," pungkas Djoko.
Sebelumnya, Sabtu 8 September 2012, sekira pukul 21.30 WIB malam lalu, telah terjadi ledakan bom rakitan di Yayasan Yatim Piatu Pondok Bidara di Jalan Nusantara nomor 63 RT04/RW013, Kelurahan Beji, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jawa Barat.
Pihak kepolisian sendiri telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Olah TKP dilakukan tim Disaster Victim Identification (DVI), serta Indonesian Automatic Fingerprint Identification System (Inafis).
(mhd)