Kapolri: Selamatkan korban bom Depok
Minggu, 09 September 2012 - 14:34 WIB
Kapolri: Selamatkan korban bom Depok
A
A
A
Sindonews.com - Kapolri Jendral Timur Pradopo mengaku belum dapat memastikan keterkaitan antara ledakan bom rakitan yang terjadi di Beji, Depok, dengan temuan bahan-bahan peledak di Tambora, Jakarta Barat.
"Seperti tadi yang sudah disampaikan oleh Pak Menko, dalam waktu yang sesingkat itu, apalagi juga baru tadi malam ya. Yang di Depok ini apa ada kaitan dengan beberapa temuan-temuan yang tadi disampaikan, sekali lagi belum ada," kata Timur di Kantor Menko Polhukam, Jakarta Pusat, Minggu (9/9/2012).
Timur mengatakan, saat ini fokus utama pihak kepolisian terletak untuk menyelamatkan para korban yang terkena dampak dari ledakan bom tersebut yang berjumlah tiga orang.
"Sehingga kita semua lebih fokus bagaimana kita menyelamatkan yang kritis itu. Dengan demikian apa bisa lebih obyektif, lebih luas di dalam menemukan fakta-fakta yang ada di lapangan," jelas Timur.
Sebelumnya, pada tanggal 8 September 2012, sekitar pukul 21.30 WIB tadi malam, bom rakitan di Yayasan Yatim Piatu Pondok Bidara, Jalan Nusantara nomor 63 RT04/013, Kelurahan Beji, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jawa Barat, meledak.
Pihak kepolisian telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Olah TKP dilakukan tim Disaster Victim Identification (DVI), serta Indonesian Automatic Fingerprint Identification System (INAFIS).
Diketahui tiga orang luka-luka akibat ledakan. Dimana satu diantaranya mengalami luka berat, yakni Mr X. Dimana tangan kanan putus, dan menderita luka bakar sekitar 70 persen.
Korban sempat mendapatkan pertolongan pertama di Rumah Sakit Mitra Keluarga Depok, sebelum akhirnya dirujuk ke RS Polri Kramatjati. Sedangkan dua korban lainnya mengalami luka ringan, yakni Mulyadi Tofik Hidayat dan Febri Bagus Kuncoro.
"Seperti tadi yang sudah disampaikan oleh Pak Menko, dalam waktu yang sesingkat itu, apalagi juga baru tadi malam ya. Yang di Depok ini apa ada kaitan dengan beberapa temuan-temuan yang tadi disampaikan, sekali lagi belum ada," kata Timur di Kantor Menko Polhukam, Jakarta Pusat, Minggu (9/9/2012).
Timur mengatakan, saat ini fokus utama pihak kepolisian terletak untuk menyelamatkan para korban yang terkena dampak dari ledakan bom tersebut yang berjumlah tiga orang.
"Sehingga kita semua lebih fokus bagaimana kita menyelamatkan yang kritis itu. Dengan demikian apa bisa lebih obyektif, lebih luas di dalam menemukan fakta-fakta yang ada di lapangan," jelas Timur.
Sebelumnya, pada tanggal 8 September 2012, sekitar pukul 21.30 WIB tadi malam, bom rakitan di Yayasan Yatim Piatu Pondok Bidara, Jalan Nusantara nomor 63 RT04/013, Kelurahan Beji, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jawa Barat, meledak.
Pihak kepolisian telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Olah TKP dilakukan tim Disaster Victim Identification (DVI), serta Indonesian Automatic Fingerprint Identification System (INAFIS).
Diketahui tiga orang luka-luka akibat ledakan. Dimana satu diantaranya mengalami luka berat, yakni Mr X. Dimana tangan kanan putus, dan menderita luka bakar sekitar 70 persen.
Korban sempat mendapatkan pertolongan pertama di Rumah Sakit Mitra Keluarga Depok, sebelum akhirnya dirujuk ke RS Polri Kramatjati. Sedangkan dua korban lainnya mengalami luka ringan, yakni Mulyadi Tofik Hidayat dan Febri Bagus Kuncoro.
(san)