Testimoni Bayu permintaan penyidik Polri
Kamis, 06 September 2012 - 19:17 WIB
Testimoni Bayu permintaan penyidik Polri
A
A
A
Sindonews.com - Testimoni salah seorang terduga teroris Bayu Setiono di Solo, Jawa Tengah, merupakan permintaan dari penyidik Mabes Polri.
"Testimoni permintaan dari penyidik. Setelah pemeriksaan terhadap Bayu (di Polda Jawa Tengah) dinyatakan telah selesai kemarin," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (6/9/2012).
Isi pertanyaan yang dilakukan di ruang rapat divisi Humas Mabes Polri siang tadi, akan dijelaskan secara detail menyangkut aksi teror belakangan ini yang marak di Solo.
"Apa yang sudah disampaikan (kepada penyidik), dijelaskan kembali melalui testimoni," jelas Boy.
Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, Mabes Polri menayangkan testimoni dari Bayu, salah seorang terduga teroris di Solo. Dalam testimoni tersebut, Bayu menjelaskan keterlibatannya dalam aksi teror penembakan di Solo, termasuk tugasnya sebagai surveyor.
Testimoni itu sendiri dibuat pada hari Rabu 5 September 2012 lalu, di Yogyakarta, Jawa Tengah. Bayu sendiri menyatakan ikhlas, dan tidak mendapatkan tekanan apapun dari pihak kepolisian.
Bahkan, Bayu sempat mengucapkan permintaan maaf yang sebesar-besarnya kepada warga Solo.
Bayu ditangkap oleh Tim Densus 88 antiteror Mabes Polri Jumat 31 Agustus 2012 lalu. Penangkapan tersebut, saat Bayu sedang asyik tidur di rumah mertuanya, di Desa Bulurejo, Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar, Jawa Tengah.
Rabu 5 September 2012 kemarin, Bayu dibawa oleh petugas kepolisian ke Mako Brimob Klapa Dua, Depok, Jawa Barat. Bayu dibawa untuk menjalani pemeriksaan terkait dengan teror di Solo.
"Testimoni permintaan dari penyidik. Setelah pemeriksaan terhadap Bayu (di Polda Jawa Tengah) dinyatakan telah selesai kemarin," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (6/9/2012).
Isi pertanyaan yang dilakukan di ruang rapat divisi Humas Mabes Polri siang tadi, akan dijelaskan secara detail menyangkut aksi teror belakangan ini yang marak di Solo.
"Apa yang sudah disampaikan (kepada penyidik), dijelaskan kembali melalui testimoni," jelas Boy.
Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, Mabes Polri menayangkan testimoni dari Bayu, salah seorang terduga teroris di Solo. Dalam testimoni tersebut, Bayu menjelaskan keterlibatannya dalam aksi teror penembakan di Solo, termasuk tugasnya sebagai surveyor.
Testimoni itu sendiri dibuat pada hari Rabu 5 September 2012 lalu, di Yogyakarta, Jawa Tengah. Bayu sendiri menyatakan ikhlas, dan tidak mendapatkan tekanan apapun dari pihak kepolisian.
Bahkan, Bayu sempat mengucapkan permintaan maaf yang sebesar-besarnya kepada warga Solo.
Bayu ditangkap oleh Tim Densus 88 antiteror Mabes Polri Jumat 31 Agustus 2012 lalu. Penangkapan tersebut, saat Bayu sedang asyik tidur di rumah mertuanya, di Desa Bulurejo, Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar, Jawa Tengah.
Rabu 5 September 2012 kemarin, Bayu dibawa oleh petugas kepolisian ke Mako Brimob Klapa Dua, Depok, Jawa Barat. Bayu dibawa untuk menjalani pemeriksaan terkait dengan teror di Solo.
(mhd)