Bayu terinspirasi buku Ustadz Abdurohman
Kamis, 06 September 2012 - 15:05 WIB
Bayu terinspirasi buku Ustadz Abdurohman
A
A
A
Sindonews.com - Bayu Setiawan alias Bayu Setiono, terduga teroris yang ditangkap Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror di Solo dalam keadaan hidup mengaku menjadikan polisi sebagai target, karena anjuran sebuah buku karangan Ustadz Abdurohman.
Dalam testimoni yang ditayangkan dalam ruang rapat Divisi Humas Mabes Polri, pria berumur 22 tahun ini mengungkapkan semua alasan dari tindakan yang dilakukan dirinya bersama rekan-rekannya.
"Kenapa sasaran kami polisi? Karena salah satu pimpinan kami ikhwan itu, mengupas dari buku karangan Ustadz Abdurohman. Di situ dia bilang bunuhlah aparat polisi. Karena aparat polisi sering menzolimi ikhwan-ikhwan, sering menangkap ikhwan-ikhwan," kata Bayu dalam testimoninya, di Jakarta, Kamis (6/9/2012).
Bayu ditangkap Densus 88 Mabes Polri Antiteror saat berada di rumah mertuanya, di Desa Bulurejo, Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar, Jawa Tengah. Bayu diduga terkait teror dan penembakan polisi selama ini Solo.
Sore pukul 15.00 WIB, Bayu dibawa oleh petugas kepolisian ke Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, untuk menjalani pemeriksaan, setelah sebelumnya diperiksa di Polda Jawa Tengah.
Dalam testimoni yang ditayangkan dalam ruang rapat Divisi Humas Mabes Polri, pria berumur 22 tahun ini mengungkapkan semua alasan dari tindakan yang dilakukan dirinya bersama rekan-rekannya.
"Kenapa sasaran kami polisi? Karena salah satu pimpinan kami ikhwan itu, mengupas dari buku karangan Ustadz Abdurohman. Di situ dia bilang bunuhlah aparat polisi. Karena aparat polisi sering menzolimi ikhwan-ikhwan, sering menangkap ikhwan-ikhwan," kata Bayu dalam testimoninya, di Jakarta, Kamis (6/9/2012).
Bayu ditangkap Densus 88 Mabes Polri Antiteror saat berada di rumah mertuanya, di Desa Bulurejo, Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar, Jawa Tengah. Bayu diduga terkait teror dan penembakan polisi selama ini Solo.
Sore pukul 15.00 WIB, Bayu dibawa oleh petugas kepolisian ke Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, untuk menjalani pemeriksaan, setelah sebelumnya diperiksa di Polda Jawa Tengah.
(lns)