Teroris di Solo gunakan senjata polisi Filipina
Sabtu, 01 September 2012 - 13:31 WIB
Teroris di Solo gunakan senjata polisi Filipina
A
A
A
Sindonews.com - Terduga teroris yang terlibat baku tembak di Jalan veteran, Solo, Jawa Tengah, diketahui menggunakan senjata api milik polisi Filipina yang diselundupkan ke Indonesia.
"Petugas berhasil menyita barang bukti satu pucuk pistol pietro bareta made in Italy yang bertuliskan PNP (Property Philipines National Police), tiga buah magazene, 43 peluru kaliber 9 mm merk Luger, dan 9 holopoint CBC 9 mm," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Anang Iskandar kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (1/8/2012).
Dia mengungkapkan, Bayu (B) salah seorang terduga teroris yang ditangkap di Kabupaten Karanganyar pun diketahui terlibat dalam penyelundupan senjata api dari Filipina, dan sejumlah aksi penembakan, serta pelemparan granat di Solo.
Menurutnya, Bayu terlibat dalam penembakan anggota Pospam Geblegan, Serengan, Solo pada 17 Agustus 2012 malam lalu, pelemparan granat di Pospam Gladak Surakarta pada malam takbiran, dan penembakan anggota pos jaga Singosaren.
Bayu sendiri ungkapnya, ditangkap pada Jumat 31 Agustus 2012 malam sekira pukul 23.00 WIB, di Karanganyar. Di hari yang sama, terjadi baku tembak antara dua orang terduga teroris dengan anggota Satuan Garis Khusus (Satgassus) Densus-88 Antiteror di Jalan Veteran, Solo, Jawa Tengah.
"Salah seorang tersangka diketahui mencabut senjata api, dan menembak ke Bripda Suherman. Dalam baku tembak, F dan M meninggal dunia. Sedangkan, Bripda Suherman diketahui meninggal dalam perjalanan ke Rumah Sakit," tandasnya.
"Petugas berhasil menyita barang bukti satu pucuk pistol pietro bareta made in Italy yang bertuliskan PNP (Property Philipines National Police), tiga buah magazene, 43 peluru kaliber 9 mm merk Luger, dan 9 holopoint CBC 9 mm," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Anang Iskandar kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (1/8/2012).
Dia mengungkapkan, Bayu (B) salah seorang terduga teroris yang ditangkap di Kabupaten Karanganyar pun diketahui terlibat dalam penyelundupan senjata api dari Filipina, dan sejumlah aksi penembakan, serta pelemparan granat di Solo.
Menurutnya, Bayu terlibat dalam penembakan anggota Pospam Geblegan, Serengan, Solo pada 17 Agustus 2012 malam lalu, pelemparan granat di Pospam Gladak Surakarta pada malam takbiran, dan penembakan anggota pos jaga Singosaren.
Bayu sendiri ungkapnya, ditangkap pada Jumat 31 Agustus 2012 malam sekira pukul 23.00 WIB, di Karanganyar. Di hari yang sama, terjadi baku tembak antara dua orang terduga teroris dengan anggota Satuan Garis Khusus (Satgassus) Densus-88 Antiteror di Jalan Veteran, Solo, Jawa Tengah.
"Salah seorang tersangka diketahui mencabut senjata api, dan menembak ke Bripda Suherman. Dalam baku tembak, F dan M meninggal dunia. Sedangkan, Bripda Suherman diketahui meninggal dalam perjalanan ke Rumah Sakit," tandasnya.
(lil)